Tribun Bandar Lampung
Psikolog: Keisengan adalah Cara Anak Membangun Kedekatan
Menurut Retno, iseng dalam batas wajar merupakan bagian dari cara anak-anak untuk membangun persahabatan atau kedekatan dengan teman.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Daniel Tri Hardanto
Laporan Reporter Tribun Lampung Sulis Setia Markhamah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Menghadapi teman anak yang iseng atau usil memang membuat gereget orangtua.
Namun, orangtua jangan sampai salah menyikapi kondisi ini.
Terlebih, anak-anak merupakan fase tumbuh kembang dan bersosialisasi dengan teman.
Psikolog Retno Riani mengatakan, yang perlu dilakukan orangtua adalah memantau.
Ketika keisengan atau perbuatan usil teman sang anak masih dalam batasan wajar, biarkan anak menyelesaikannya sendiri.
Itu membuat anak belajar mandiri menghadapi permasalahannya.
Baca: Iseng Letakkan Kotak di Transmart, Pria Hiperaktif Ini Ditahan Polda Lampung
Baca: Iseng Rekam Anak Usai Pulang Syuting, Artis Cantik Ini Malah Alami Kejadian Horor
Menurut Retno, iseng dalam batas wajar merupakan bagian dari cara anak-anak untuk membangun persahabatan atau kedekatan dengan teman.
"Karena itu bagian penting dari cara anak melakukan sosialisasi saat berinteraksi bersama dengan teman-temannya," jelas dosen UIN Lampung ini, Jumat, 19 Oktober 2018.
Contoh keisengan yang masih dalam batasan wajar, seperti merebut mainan anak, mencubit, atau mengacak-acak mainan anak.
Ketika teman anak mencubit, anak bisa diajari untuk mengatakan pada temannya bahwa ia tak mau bermain bersama lagi jika temannya masih berperilaku sama.
"Atau anak bisa bilang sama temannya begini, 'Ih, aku mau nyubit kamu jugalah'. Seolah ini cara berbeda yang bisa ditunjukkan biar anak itu tau kalau dicubit tidak enak," beber Retno. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ilustrasi-anak-iseng_20181019_155507.jpg)