Bermanfaat Lawan Sel Kanker, Jengkol Ternyata Juga Bisa Picu Gagal Ginjal

Bermanfaat Lawan Sel Kanker, Hati-hati Makan Jengkol Bisa Picu Gagal Ginjal.

Editor: Reny Fitriani
VIRNY APRILIYANTY
Mumpung Jengkol Murah, Yuk Kulik Cara Menghilangkan Baunya yang Aduhai 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Apakah Moms penggemar jengkol?

Sayuran satu ini meskipun menimbulkan bau kurang enak namun banyak digemari.

Selain rasanya yang lezat, jengkol juga dipercaya memiliki berbagai khasiat kesehatan.

Di antaranya mencegah anemia, mencegah tulang rapuh dan memperkuat tulang/gigi, membasmi radikal bebas, mengatasi sakit jantung koroner, mengatasi sembelit saat hamil, pertumbuhan tulang dan gigi janin, serta mencegah cacat pada bayi.

Selain itu, jengkol juga disebut-sebut sebagai sayuran yang efektif membunuh sel kanker.

Lembaga kesehatan Swedia, Institute of Health Sciences, memang menyatakan jika jengkol memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik.

Baca: Rejeki Nomplok, Pasangan Ini Temukan 6 Cincin Berlian Senilai Rp 273 Miliar dalam Kotak Mainan

Tak hanya mengandung protein, kalsium, fosfor dan zat besi, jengkol juga mengandung banyak vitamin.

Seperti vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C.

Senyawa yang terdapat dalam jengkol inilah yang bisa memberi manfaat pada tubuh termasuk membunuh sel kanker.

Pernyataan ini pun lantas diperkuat dengan hasil penelitian dari Universitas Sains Malaysia.

Di mana penelitian ini dibuat untuk menunjukkan pengaruh ekstraksi jengkol dalam menghambat pertumbuhan penyakit seperti kanker, peradangan kronis di sistem imun dan diabetes.

Hasilnya, ekstraksi jengkol mengandung begitu banyak antioksidan.

Saat diuji cobakan pada sel-sel tikus, penelitian ini menunjukkan hasil yang sangat positif.

Dimana ekstrak jengkol bisa memperlambat pertumbuhan sel kanker dan penyakit lain yang menyebabkan peradangan dalam tubuh.

Baca: LIVE STREAMING Perempat Final Piala Asia U-19, Timnas Indonesia vs Jepang. Kick Off Jam 19.30 WIB

Selain itu, penelitian lain dari Institute of Health Sciences juga membenarkan bila senyawa ini 10.000 kali lebih baik dari produk adriamycin, obat kemoterapi.

Sumber: Nakita
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved