Kecelakaan Maut di Bypass Bandar Lampung - Naik Motor Bonceng 4, Ibu dan Anak Tewas Terlindas
Kecelakaan Maut di Bypass Bandar Lampung - Naik Motor Bonceng 4, Ibu dan Anak Tewas Terlindas
Penulis: hanif mustafa | Editor: Heribertus Sulis
Namun bukannya rewel, Syawal mengaku anaknya minta digendong.
"Si kecil ini minta gendong ke saya, mungkin itu terakhir saya gendong," ungkapnya dengan tatapan kosong dan tak mampu berkata-kata lagi.
Sementara kakak sepupu Syawal, Siregar mengaku, jika Sinta akan berulang tahun bulan April tahun depan.
"Ya bulan depan baru genap tiga tahun, dan anaknya baru satu. Nikah juga baru 2016," beber warga Gunung Sugih ini.
Siregar pun menuturkan, Syawal tahu jika anak istrinya terlibat lakalantas saat mendapat telepon dari pihak kepolisian.
"Jadi jam 6 pagi, Syawal ini berangkat bawa mobil ke Rawa Jitu. Sampai Unit Dua, jam 11 dapat telepon dari polisi," katanya. Syawal kemudian menelponnya.
Selanjutnya, Syawal ke Gunung Sugih dan digantikan oleh Siregar untuk menuju rumah duka di Dusun Sinar Banten.
"Sampai rumah duka jam setengah dua, kalau kronologis kami tidak tahu. Kami serahkan ke polisi semua," tandasnya.
Cari Obat
Muayah (36), tetangga korban menceritakan, Nunung bersama Sinta, serta Mei Suri dan Anisa berboncengan motor menuju apotek, rencananya mencari obat di daerah Batara Nila.
Mei yang membawa motor, sementara Sinta dan Anisa berada di tengah.
"Kalau Nunung di belakang," tuturnya, kemarin di rumah duka.
"Tapi gak dapat, makanya mereka cari keluar, ke daerah Kedaton. Nah gak tahu cerita, mereka kecelakaan.
Mei dan anaknya jatuh ke pinggir jalan. Kalau Nunung dan Sinta ke jalan, kelindaslah sama bus," sebutnya.
Sementara Andre, tetangga lainnya menuturkan, saat kejadian, Syawal sedang membawa mobil ke Rawa Jitu.
"Kan kerjanya sopir travel, sedang bawa mobil ke sana. Jadi pas kejadian tidak ada di lokasi," bebernya.