Tribun Bandar Lampung

Meski Seno Aji Minta Maaf, Panglima Kerajaan Adat Sekala Brak Bilang Proses Hukum Tetap Jalan

Sempat ada pertemuan antara Seno Aji, tersangka kasus dugaan pelecehkan topi adat Lampung dengan keluarga Kerajaan Adat Sekala Brak di Gedung Dalom.

Meski Seno Aji Minta Maaf, Panglima Kerajaan Adat Sekala Brak Bilang Proses Hukum Tetap Jalan
Facebook Seno Aji
Seno Aji 
Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sempat ada pertemuan antara Seno Aji, tersangka kasus dugaan pelecehkan topi adat Lampung dengan keluarga Kerajaan Adat Sekala Brak di Gedung Dalom, Gotongroyong, Kamis 15 November 2018.
Hal ini diakui oleh Panglima Alif Jaya Kerajaan Adat Sekala Brak terkait pertemuan tersebut.
Namun pertemuan itu bukanlah perdamaian, namun itikad baik Seno Aji meminta maaf.
"Jadi intinya begini, saudara Seno Aji datang, datang ke keluarga besar kami di Gotong Royong intinya beliau menyampaikan niat baik permintaan maaf, bukan perdamaian. Tapi menyampaikan permintaan maaf," tegas Panglima Alif, Jumat 16 November 2018.
Lanjutnya, permintaan maaf ini belum langsung diputuskan secara sepihak, karena menyangkut keluarga besar, sehingga masih dimusyawarahkan bersama para pangeran.
"Saran paduka juga kalau minta maaf harus kita maafkan, tapi bukan berarti menghentikan proses hukum. Itu tidak kesana, dan belum bisa diputuskan," ujarnya.
Imbuhnya, keputusan diterima atau tidaknya menunggu hasil musyawarah seminggu kedepan.
"Kalaupun diminta, permintaan maaf harus ada prosesi adat dan ada tahapannya, proses adat juga tidak mempengaruhi proses hukum," tandasnya.
Sementara itu, Seno Aji saat dimintai konfirmasi nomor ponselnya tidak aktif sedang pesan whatsapp yang dikirim tak kunjung dibalas.
Sementara itu, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung telah menerima berkas pelimpahan dari Polda Lampung terkait dugaan kasus pelecehkan topi adat Lampung yang dilakukan oleh ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kota Bandar Lampung Seno Aji.
Seno Aji yang merupakan juga sebagai Caleg DPRD Kota Bandar Lampung, diduga telah melecehkan pakaian adat Kikat Hanuang Bani Sai Batin melalui aplikasi WhatsApp.
Namun meski sudah dilimpahkan, berkas Seno Aji belum sepenuhnya lengkap.
Hal ini pun diungkapkan oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung Agus Ari Wibowo.
"Polda sudah mengirimkan berkas atas nama Seno Aji ke Kejati Lampung itu benar, dan disitu jaksa memiliki waktu 14 hari untuk meneliti berkas perkara," ungkapnya, Jumat 16 November 2018.
Namun, lanjutnya, informasi yang diterimanya berkas perkara yang dilimpahkan belum lengkap.
"Namun jaksa masih punya waktu memberikan petunjuk, dan dalam tujuh hari akan diberi petunjuk dan berkas dikembalikan pada Polda," katanya
Saat ditanya berkas apa yang perlu dilengkapi, Ari tidak bisa menjelaskan secara rinci. 
"Petunjukknya selengkapnya dipenyidiknya," timpalnya. (*)
Penulis: hanif mustafa
Editor: teguh_prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved