Dua Mobil Listrik Siap Tempuh 15.000 Km Keliling Indonesia

Spesifikasi dua mobil listrik tersebut secara umum yaitu mobil listrik menggunakan penggerak motor listrik kapasitas sekitar 30 kw.

Tayang:
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Reny Fitriani
Tribun Lampung/Eka Achmad Solihin
Dua mobil listrik buatan mahasiswa Universitas Budi Luhur dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) mejeng di kantor PLN Unit Induk Distribusi Lampung, Bandar Lampung, Jumat, 16 November 2018. 

"Jebolnya disebabkan kualitas material yang kurang bagus sehingga ada gigi yang rontok tergerus yang mengakibatkan jebol pada gear box," katanya.

Type kedua mobil listrik tersebut dibentuk model seperti off road yaitu tubular sasis. Artinya, pakai pipa-pipa sasis yang dilas sehingga lebih ringan, rigit namun bisa luntur.

Kebetulan perjalanan disponsori oleh PLN sehingga difasilitasinya untuk bisa mampir di seluruh kantor PLN di Indonesia.

"Titik kami sekitar 100-150 km guna mengisi lewat stasiun pengisian listrik umum (SPLU) atau instalasi listrik bisa melakukan pengecasan Untuk perjalanan disponsori PLN, tapi untuk mobil bekerjasama dengan Universitas Budi Luhur Jakarta," tuturnya.

Jadi, mereka ingin belajar membuat mobil listrik dari ITS dengan cara mendanai dulu lalu dipelajari bersama mobil ini seperti apa.

"Untuk sekarang prototype untuk yang di jurnal ada dua jenis mobil listrik ini meskipun di workshop ada beberapa mobil listrik namun fokus pada dua type ini," paparnya.

Kesulitan pada saat pembuatan karena mobil ini hampir 100% komponennya buatan sendiri kecuali cell battery sehingga harus benar-benar mengerti titik kelemahan dari komponen tersentuh. Sementara cell battery harus pesan dulu yaitu dari Cina.

Kedepannya, kalau pihaknya dari institusi tahapannya sampai di riset saja. Artinya akan menyiapkan produk-produk komponen mobil listrik sampai ke tahap siap untuk diproduksi massal.

"Dimana ketika ada investor yang siap masuk ke dunia industri kita siap memberikan hak paten atau Desain yang sudah kita uji," paparnya.

Keunggulan yang didapat dengan mengunakan mobil listrik ini yaitu lebih irit misal per kWh 5 km sedangkan baterainya 30 kWh berarti 150 km.

"Tadi perkwh 5 km kalau mobil 1 liter Rp 7000-7500 bisa menempuh 15 km. Sama-sama 15 km yaitu 3 kWh. 1 kwh = Rp 1200. Jadi 3.600 : 7000, ya hampir separuhnya dengan jarak yang sama," tukasnya.

Ketua Tim Blits Explore Indonesia Muhammad Nur Yuniarto menuturkan rute di Sumatera dari Lampung sampai di titik 0 km di Sabang.

Kemudian setelah itu mobil di transfer Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, kemudian Papua dan dijalankan ke Marauke. "Start dari Surabaya sudah hampir satu bulan perjalanan," ungkapnya.

Kesan-kesannya selama perjalanan sampai tiba di Lampung ternyata banyak warga yang antusias dengan apa yang dilakukan bukan hanya dari PLN tapi juga seluruh lapisan masyarakat.

"Dan kita coba berkomunikasi dengan bengkel-bengkel setempat pada saat dilintasi artinya kita mencoba untuk mengedukasi masyarakat dalam hal ini," paparnya.

Sementara GM PLN Distribusi Lampung Julita Indah mengatakan kalau untuk di Lampung totalnya adalah 68 SPLU di jalur timur maupun selatan.

"Insyaallah tidak akan menjadi penghalang untuk tim Explore mengisi bahan bakar dalam hal ini energi di tiap-tiap SPLU," pungkasnya. (eka)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved