Sering Dilakukan Perempuan, Ini Bahaya Mencukur Bulu Kemaluan
Sebenarnya, rambut halus pada daerah kewanitaan ini sendiri berfungsi untuk berikan perlindungan alami dari virus dan bakteri.
Penulis: Reny Fitriani | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Sebagian dari perempuan mungkin risih dengan adanya bulu halus di sekitar Miss V, dan punya kebiasaan untuk terus mencukurnya.
Mencukur bulu kemaluan menjadi salah satu cara yang sering dilakukan untuk merawat organ intim.
Namun mencukur bulu kemaluan ternyata tidak baik loh.
Sebanyak 87 persen perempuan rutin mencukur bulu halus.
Hal ini menjadi rutin dilakukan jika menginjak musim panas.
• Rutin Minum Kopi Setiap Hari? Siap-siap Ini yang Akan Terjadi pada Tubuh
Sayangnya, sekitar 60 persen dari jumlah tersebut tak mengetahui bahayanya yang didapat dari apa yang biasanya mereka lakukan.
Sebenarnya, rambut halus pada daerah kewanitaan ini sendiri berfungsi untuk berikan perlindungan alami dari virus dan bakteri.
Tak hanya itu, bulu kemaluan ini pun berperan mencegah partikel asing baik itu debu atau bakteri patogen yang masuk dalam tubuh.
Jika tak ada bulu halus yang menghalangi, bakteri patogen tersebut bisa dengan mudah dan membahayakan kesehatan perempuan.
• Ketentuan Mencukur Bulu Kemaluan dalam Pandangan Islam
Mencukur bulu kemaluan ini bisa menghilangkan semua fungsi rambut halus yang baik untuk proteksi dan kesehatan organ intim.
Saat mencukur, banyak kemungkinan terjadi iritasi ataupun luka akibat pisau cukur yang digunakan.
Kondisi lembap dan luka yang ditimbulkan, dapat mempermudah perkembangan bakteri berbahaya.
Risiko lain dari mencukur bulu halus di sekitar kemaluan ialah memicu penyakit kelamin seperti kutil dan penyakit menular seksual lainnya.
Hukumnya Sunah
Hukum mencukur rambut kemaluan adalah sunnah. Hal ini berdasarkan hadits Nabi SAW berikut:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ilustrasi-vagina_20160925_200320.jpg)