Jokowi Curhat Defisit Ekonomi di Depan Peserta Silaknas ICMI Bandar Lampung

Jokowi Curhat Defisit Ekonomi di Depan Peserta Silaknas ICMI Bandar Lampung

Tayang:
Editor: taryono
Tribun Lampung/Hanif Mustofa
Presiden Jokowi usai pembukaan Silaknas ICMI 2018 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Presiden RI Joko Widodo curhat soal defisit ekonomi di hadapan sekitar 1.000 orang peserta Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) di Mahligai Convention Centre, Gedung Pascasarjana Universitas Bandar Lampung (UBL), Kamis (6/12) malam.

Presiden RI Joko Widodo yang Kamis siang melakukan kunjungan kerja di Yogyakarta, sore hari langsung terbang ke Lampung untuk membuka Silaknas ICMI tersebut.

Jokowi yang didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Mendikbud Muhadjir Effendy tiba di Gedung Pascasarjana UBL sekitar pukul 19.15 WIB.

Endorse Kosmetik Oplosan, 7 Artis Ternama Ini Diperiksa Polisi

Rombongan Istana ini disambut tarian khas Lampung dan diterima oleh Ketua Umum ICMI, Jimly Asshiddiqie.

Turut hadir Gubernur Lampung M Ridho Ficardo dan sejumlah kepala daerah di Bumi Ruwa Jurai.

Dalam sambutannya, Jokowi mengajak ICMI untuk turut memecahkan masalah berat yang terjadi belakangan ini di Indonesia.

Jokowi meyakini para cendekiawan di ICMI bisa mengatasi berbagai masalah di Tanah Air.

"ICMI adalah ormas bukan sembarang ormas. ICMI kumpulan kalangan cendekiawan yang memegang teguh Islam, yang menguasai pengetahuan dan teknologi. Artinya ICMI berkumpulnya orang-orang hebat, untuk itu saya mengajak untuk memecahkan masalah yang berat," kata Jokowi.

Jaringan Internet Telkomsel di Sumatera Dikabarkan Lumpuh, Manajemen Ungkap Penyebabnya

Adapun masalah yang dimaksud adalah perekonomian Indonesia yang terus menerus mengalami defisit transaksi berjalan. Menurut Jokowi, sejak puluhan tahun silam sampai sekarang masalah ini tak terselesaikan.

"Defisit transaksi berjalan, kita tak bisa selesaikan. Sehingga menghambat laju pertumbuhan," ungkapnya.

Jika bisa menyelesaikan masalah defisit perekenomian ini, Jokowi meyakini Indonesia akan menjadi negara maju.

Defisit transaksi berjalan adalah kondisi keuangan negara di mana angka pertumbuhan impor lebih tinggi dibandingkan angka pertumbuhan ekspor.

Impor dan ekspor menjadi instrumen dalam perhitungan Produk Domestik Bruto (PDB).

Iphone Disalip Samsung dan Huawei untuk Hadirkan Perangkat 5G

PDB sendiri merupakan tolok ukur dari laju pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Semakin tinggi nilai PDB yang diperoleh, maka semakin baik laju perekonomian negara tersebut.

Jokowi mencontohkan sektor sumber daya alam bauksit yang setiap tahun diekspor hingga jutaan ton.

Di sisi lain, pabrik aluminium di Indonesia justru mengimpor ratusan ton setiap tahun.

Padahal alumunium bahan bakunya adalah bauksit.

Harbolnas Tokopedia 12.12, Tokopedia Guyur Konsumen Uang Tunai Rp 500 Juta

"Harga 35 dolar per ton. Kalau kita punya pengolahan bauksit kita gak perlu impor alumunium. Begitu juga kelapa sawit, kita produsen terbesar tapi kita menjual bahan mentahnya saja," kata Jokowi.

Untuk itu, Jokowi mengaku saat ini sudah dilakukan hilirisasi kelapa sawit sehingga bisa menghasilkan solar.

"Sekarang kita coba B20 nanti B50 hingga B100 agar kita mengurangi impor. Kita butuh hijarah, sehingga perlu cendekiawan, ini ICMI bisa berperan," ujarnya.

Jokowi menuturkan, mulai tahun depan akan memulai pembangunan yang bergeser ke sumber daya manusia. Untuk mewujudkannya, Indonesia butuh pimpinan yang bisa merespons kecepatan perubahan yang ada.
"Bertubi-tubi perubahan teknologi, ilmu pengetahuan secara cepat sehingga membutuhkan agen perubahan baik tingkat nasional dan daerah. Saya berharap ICMI berperan dalam hal ini," tandasnya.

Jumly: Bangsa Terkuat

Sementara itu, Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie mengapreasiasi kehadiran Jokowi di Silaknas ICMI. Meskipun, kehadiran Jokowi mengubah jadwal Silaknas yang sedianya digelar mulai Jumat (7/12).

"Jadwal beliau (Presiden) ini ketat, tapi bisa hadir. Meski kosekwensi jadwal dipercepat tapi gak apa-apa, yang penting Bapak Presiden datang," kata Jimly.

Jimly menuturkan, ICMI termasuk pilar kemajuan bangsa. Dengan kekayaan SDA dibarengi kualitas SDM, Jimly optimistis Indonesia akan berkembang menjadi bangsa terkuat keempat.

"Syaratnya harus dilengkapi kekuatan beroganisasi. Kita (ICMI) harus turut serta," katanya.

Jimly pun mengingatkan semua pihak untuk tidak menyebar kebencian sesama masyarakat. Sebab, Indonesia adalah negara majemuk.

"Negara ini dibangun bukan untuk persaingan menang kalah. Semoga kita rukun dan damai," ungkap Jimly.

Jimly menambahkan, selain acara milad ICMI, digelar juga deklarasi Ikatan Cendekiawan Muslim se-Asia Tenggara (ICMA). "Tujuannya menyebarkan Islam yang toleran dan damai bagi negara Asia Tenggara," tandasnya.

Ridho Apresiasi ICMI

Sementara itu, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mengapresiasi kegiatan ICMI digelar di Bumi Ruwa Jurai.

Hajatan skala nasional ini menyumbang ekonomi Lampung di sektor pariwisata.

Ridho pun berharap Silaknas ICMI menghasilkan terobosan-terobosan baru.

Selain itu, Ridho pun berterima kasih kepada Presiden Jokowi karena akan mewujudkan Bandar Udara Radin Inten II sebagai bandara internasional dalam waktu dekat ini.

"Paling lama satu bulan. Dan, kami juga terima kasih karena menyetujui pelabuhan dermaga tol dan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar yang rencananya akan dinamakan Adeham. Ini mewujudkan nilai-nilai perjauangan oleh aparatur negara sebagai poros negara," kata Ridho.

Silaknas yang dirangkaikan dengan perayaan milad ke-28 ICMI ini mengambil tema "Membangun Sumber Daya Insani yang Berkualitas dan Bermartabat Melalui Peningkatan Ekonomi yang Adil Makmur dan Mandiri".

Dalam kegiatan yang dihadiri cendekiawan Muslim dari 11 negara dan berlangsung 6-8 Desember tersebut, akan dideklarasikan juga Ikatan Cendekiawan Muslim se-Asia Tenggara (ICMA).(nif)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved