Bandara Radin Inten II Lampung Jadi Bandara Internasional, Kemenhub Lengkapi Keimigrasian

Bandara Radin Inten II Lampung Jadi Bandara Internasional, Kemenhub Lengkapi Keimigrasian

Penulis: Noval Andriansyah | Editor: Heribertus Sulis
Kompas.com/Yoga Sukmana
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat tiba di Bandara Raden Inten, Lampung, Minggu (20/11/2016) 

Bandara Radin Inten II Lampung Jadi Bandara Internasional, Kemenhub Lengkapi Keimigrasian

BANDAR LAMPUNG, TRIBUN - Kementerian Perhubungan sedang menggodok regulasi terkait peningkatan status Bandara Radin Inten II Lampung menjadi Bandara Internasional Radin Inten II.

Selain itu, Kemenhub juga tengah melengkapi syarat keimigrasian serta menanti perluasan terminal internasional.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Hengky Angkasawan mengungkapkan, progres peningkatan status Bandara Radin Inten II Lampung tersebut berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Bandar Udara.

Jokowi Beri Sinyal Bandara Radin Inten II Segera Naik Jadi Bandara Internasional

"Dari informasi Ditjen Bandar Udara (Kemenhub), sekarang dalam tahap pelengkapan keimigrasian dan perluasan terminal internasional," kata Hengky melalui ponsel, Minggu (16/12) malam.

Hengki menjelaskan, Kemenhub berharap ujicoba Bandara Radin Inten II Lampung sebagai bandara internasional bisa segera berjalan.

"Dalam waktu dekat ini mudah-mudahan sudah bisa ujicoba. Untuk (tanggal) pastinya, saya belum tahu. Tapi dalam waktu dekat ini, mudah-mudahan," ujarnya.

Sementara Kepala Unit Penyelenggara Bandara Radin Inten II Lampung Asep Kosasih menjelaskan, pihaknya belum bisa memprediksi waktu pasti realisasi peningkatan status Branti menjadi bandara internasional.

"Kami belum bisa memprediksi kapan waktunya. Tapi, pusat (Kemenhub) sedang percepatan. Mudah-mudahan secepatnya," kata Asep melalui pesan Whatsapp, Minggu.

Kepala Dinas Perhubungan Lampung Qodratul Ikhwan mengaku belum mendapat informasi detail perkembangan rencana peningkatan status Bandara Radin Inten II Lampung.

Namun demikian, menurut dia, realisasi dari rencana itu semestinya tidak terlalu lama lagi.

Apalagi, sudah ada instruksi dari Presiden Joko Widodo.

"Apa yang Pak Presiden katakan beberapa waktu lalu, itu kan bukan lagi tahap rencana (peningkatan status).

Tapi, beliau sudah lihat langsung kesiapan Bandara Radin Inten II Lampung jadi bandara internasional.

Memang, dalam waktu dekat kata beliau itu, tidak serta merta pula besok jadi. Tapi, tidak pula berbulan-bulan," ujarnya, Minggu.

Pada prinsipnya, Qudratul memastikan Bandara Radin Inten II Lampung sudah siap menjadi bandara internasional sejak 4 Januari 2018.

Dalam rapat koordinasi berbagai pihak ketika itu, beber dia, terungkap bahwa Bandara Radin Inten II Lampung siap menjadi bandara internasional.

"Kendalanya? Ya kami juga kurang paham, karena itu kan kewenangan Kemenhub.

Tapi, sejatinya ya sudah tidak ada alasan lagi untuk menunda-nunda, karena semua sudah siap.

Dan, Presiden Jokowi juga sudah memerintahkan," kata Qudratul.

Pihaknya pun berharap surat keputusan peningkatan status Bandara Radin Inten II Lampung yang berada di Kecamatan Natar, Lampung Selatan, itu segera keluar.

"Ya harapan kami, SK penetapannya sudah keluar sebelum tahun berganti (ke 2019)," ujarnya. 

Armada Damkar Tipe I

Bandara Radin Inten II datangkan armada damkar dari Kroasia
Bandara Radin Inten II datangkan armada damkar dari Kroasia (tribun lampung/noval andriansyah)

UNTUK menunjang sarana prasarana menyambut peningkatan status menjadi bandara internasional, Unit Penyelenggara Bandar Udara Radin Inten II mendatangkan armada pemadam kebakaran tipe I.

Wahyu Aria Sakti dari Bagian Hubungan Masyarakat UPBU Radin Inten II mengungkapkan, armada damkar tipe I tersebut didatangkan dari Kroasia.

"Sebenarnya sudah kami pesan sejak lama. Tapi, baru datang sekarang. Kebetulan juga menjelang peningkatan status (menjadi bandara internasional)," kata Wahyu, Minggu (16/12).

Armada damkar tipe I ini, jelas Wahyu, merupakan kendaraan dengan kelas penyelamatan dan pertolongan kecelakaan paling tinggi.

Armada itu, lanjut dia, dioperasikan secara komputerisasi serta mampu membawa air dan foam pemadam api dalam kapasitas besar.

"Semua ini untuk membuat Bandara Radin Inten II lebih baik dan memenuhi standar internasional," ujar Wahyu. (val)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved