Tsunami Pesisir Lampung
UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - 48 Korban Tewas, 5 Jenazah Belum Teridentifikasi
Sampai pukul 16.15 WIB, Minggu, 23 Desember 2018, tercatat 48 korban tewas dalam tsunami Lampung.
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tiba-tiba, kata dia, gelombang tinggi melanda PPI Bom setinggi empat meter lebih.
"Saat itu saya sedang dengan kawan duduk di PPI Bom. Tiba-tiba air laut surut. Tidak berapa lama gelombang pasang terjadi," kata dia.
Saat gelombang tinggi terjadi, ia cepat belari mengajak keluarganya mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
• UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - Sesosok Mayat Wanita Ditemukan Tersangkut di Baru Karang Pantai Wartawan
Gelombang pasang sempat dua kali menghantam.
"Perahu dan juga mobil yang parkir terseret. Beberapa bangunan rusak," terang Doni.
Warga mengungsi ke dataran tinggi lantaran mengetahui informasi naiknya air laut hingga mencapai Grand Elty Krakatoa.
Deka Agustina, warga Tarahan, Lampung Selatan, mengaku bersama anak dan suaminya mengungsi ke tanjakan Tarahan. Demikian pula puluhan warga lainnya.
"Katanya air laut naik sudah sampe Grand Elty Krakatoa. Video kesebar di WhatsApp," beber dia.
Diakuinya, kedua orangtuanya yang tinggal di Jalan MS Batubara, Telukbetung, Bandar Lampung, turut mengungsi ke rumah kerabat di Jalan Urip Sumoharjo.
"Katanya di Sukaraja air laut juga meluap," ungkapnya.
Ira Widya, warga Bandar Lampung, bersama suami dan anaknya juga mengungsi ke SPBU Taman Siswa, Telukbetung.
"Banyak yang pada ngungsi," ungkapnya.
Rombongan Guru
Rombongan guru asal PT Gunung Madu Plantations (GMP), Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah, turut menjadi korban dalam musibah tsunami Lampung yang melanda Pantai Alau, Kalianda, Lampung Selatan, Sabtu, 22 Desember 2018 malam.
Dalam peristiwa itu, seorang bocah bernama Rayan dikabarkan meninggal dunia.