Tsunami Pesisir Lampung
UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - Cerita Relawan Sedekah Rombongan, Bawa Jenazah Kena Semprot Petugas
Relawan dari Komunitas Sedekah Rombongan itu berencana menuju ke desa yang terkena dampak tsunami terparah yakni di Desa Way Muli.
Penulis: Noval Andriansyah | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID BANDAR LAMPUNG - Meski sedang membawa korban, Dedi Suryadi tetap mendapat pekikan dari petugas yang berjaga di sepanjang jalan menuju Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.
Relawan dari Komunitas Sedekah Rombongan itu berencana menuju ke desa yang terkena dampak tsunami terparah yakni di Desa Way Muli.
"Tadi saya mulai jalan pagi, langsung menuju ke arah sini (Way Muli). Pas lewat di Canti, saya disetop. Katanya ada evakuasi jenazah. Dan memang ada, anak kecil usia sekitar 1,5 tahun perempuan," kata Dedi saat ditemui di Way Muli, Senin 24 Desember 2018 pagi.
Dedi sempat kebingungan, untuk membawa jenazah korban tersebut. Sampai akhirnya, Dedi memutuskan untuk membawanya ke Way Muli Timur.
• UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - Warga Pulau Sebesi Mulai Kekurangan Bahan Pokok
• UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - Diskominfo: Total Korban Meninggal yang Sudah Diketemukan 75 Orang
"Ada yang bilang bawa ke rumah sakit. Tapi saya pikir, kan kemarin (Minggu) jenazah dikumpulkan di sini (Way Muli Timur) dulu. Makanya langsung saja saya bawa ke sini," jelas Dedi.
Di sepanjang jalan menuju Way Muli Timur, Dedi sering mendapat teriakan petugas. Karena sirine kendaraannya yang dihidupkan. Namun sekilas tampak dari luar, mobil ambulans yang dikendarainya tidak membawa muatan.
"Iya berapa kali tadi kena semprot. Katanya ngga bawa apa-apa tapi sirine hidup. Ya saya bilang saja bawa jenazah," ucap Dedi.