Tsunami Pesisir Lampung
UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - Diskominfo: Total Korban Meninggal yang Sudah Diketemukan 75 Orang
Jumlah korban meninggal dunia pasca tragedi terjangan tsunami di pesisir Lampung Selatan pada Sabtu (24/12) malam terus bertambah.
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Reny Fitriani
Laporan Wartawan Tribun Lampung Dedi Sutomo
TRIUNLAMPUNG.CO.ID, LAMSEL - Jumlah korban meninggal dunia pasca tragedi terjangan tsunami di pesisir Lampung Selatan pada Sabtu (24/12) malam terus bertambah. Sampai sampai dengan pukul 11.30 wib, jumlah korban meninggal sebanyak 75 orang.
"Sebelumnya ada 58 korban meninggal yang berhasil ditemukan pada hari kemarin. Untuk hari ini sampai dengan siang pukul 11.30 wib ada 17 korban meninggal kembali ditemukan. Total ada 75 korban meninggal yang sudah ditemukan," kata plt Kepala Dinas Kominfo Lampung Selatan Sefri Masdian kepada tribun, senin (24/12).
Rincian penemuan korban meninggal yang hari ini ditemukan yakni di wilayah Kalianda sebanyak 9 korban meninggal. Lalu di Way Muli sebanyak 6 korban meninggal. Kemudian 2 korban meninggal ditemukan di pantai Tanjung Tua, Bakauheni.
• Cek Lewat Situs Ini untuk Mencari Anggota Keluarga yang Hilang karena Tsunami Lampung Banten
• UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - Kepedihan Orangtua Korban Tsunami: Ya Allah, Jangan Ambil Anak Saya
• UPDATE TSUNAMI LAMPUNG BANTEN - Kisah Ifan Seventeen Sempat Terapung 2 Jam dan Telan Banyak Air Laut
Tim gabungan masih terus menyisir kawasan pesisir mencari korban lainnya yang masih mungkin belum diketemuman. Mengingat sampai dengan siang ini masih banyak pihak keluarga yang mencari dan melaporkan anggota keluarganyan yang hilang pasca tragedi gelombang tsunami pada sabtu (22/12) malam.
Tragedi hantaman gelombang tsunami menghantam kawasan pesisir pantai Lampung Selatan pada Sabtu (24/12) malam. Hantama. gelombang tinggi ini membuat sejumlah daerah di wilayah pesisir Kalianda dan Rajabasa Lampung Selatan porak-poranda.
Ratusan rumah warga di kawasan pesisir pantai rata dengan tanah dihantam gelombang tinggi pada sabtu malam kemarin.(dedi/tribunlampung)