Tips Merawat Mobil

Mobil Terpapar Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau? Lakukan Langkah-langkah Berikut

Bukan hanya mengganggu pemandangan, abu vulkanik juga dapat mengotori mobil, baik eksterior maupun interior.

Mobil Terpapar Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau? Lakukan Langkah-langkah Berikut
Tribunnews
Ilustrasi mobil terpapar abu vulkanik 

Cara Membersihkan

Secara kasat mata, abu vulkanik punya permukaan lebih kasar karena berbentuk partikel berupa potongan kecil batuan bergigi, mineral, dan kaca vulkanik.

Menurut Kepala Bengkel Auto2000 Bekasi Barat Sapta Agung Nugraha,, karena memiliki sifat seperti itu, maka cara membersihkannya tidak boleh langsung dilap, tetapi harus diimbangi dengan penggunaan air yang mengalir.

"Agar tidak menimbulkan baret pada bagian bodi dan juga pada permukaan kaca," ucap Sapta kepada Kompas.com, Kamis (27/12/2018).

Status Gunung Anak Krakatau Siaga, Ketinggian Debu Vulkanik 10 Km, Sebaran hingga 143 Km

Sementara itu, Body & Paint Service Head Auto2000 Bekasi Timur Bambang Sulistiyanto mengatakan, material abu vulkanik tidak berbahaya untuk cat mobil.

Tetapi, tidak boleh dibiarkan terlalu lama.

"Kalau dibiarkan terlalu lama akan menimbulkan flek yang bisa terpenetrasi ke dalam cat itu sendiri," kata Bambang ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (27//12/2018).

Bambang menjelaskan, jika sudah terpenetrasi seperti itu, langkah awal bisa dicuci sampai benar-benar hilang.

Tetapi, apabila bercak abu tidak hilang maka harus dilakukan pemolesan.

"Kalau tetap tidak bisa juga, sambil dilakukan pemanasan terlebih dulu menggunakan alat khusus atau alat pengering khusus," ujar Bambang. 

Perhatikan Kaca Kendaraan 

Christopher Sebastian, CEO Makko Group (pemegang beberapa merek perawatan kendaraan), angkat bicara terkait langkah tepat yang perlu dilakukan pemilik kendaraan, terutama di bagian kaca. 

“Untuk pemilik kendaraan yang terkena hujan abu vulkanik, tidak disarankan langsung membersihkan dengan wiper. Sebab, akan menimbulkan goresan halus di kaca,” ucap Christopher saat dihubungi Kamis (27/12/2018). 

Christopher menyarankan agar pemilik kendaraan membesihkan dahulu permukaan kaca dengan air.

Ini untuk melunturkan abu yang menempel di permukaan kaca kendaraan.

Permukaan kaca yang tergores dapat membuat pandangan berkurang.

Ini tentu berbahaya bila menghadapi perjalanan di tengah hujan atau malam hari.

“Material debu vulkanik berbeda dengan debu biasa. Ia punya bahan seperti serat kaca, serta pasir dengan bentuk yang tajam. Perhatian tidak hanya pada kaca depan, tapi kaca belakang yang punya fitur wiper juga perlu dibersihkan terlebih dulu. Soalnya kadang terlupa,” ucap Christopher.

Lantas bila kaca kendaraan sudah telanjur tergores, pemilik kendaraan dapat memilih mengganti kaca atau memperbaikinya.

“Tentu dengan kondisi goresan tidak terlalu dalam. Saat ini sudah ada teknologi dengan pemolesan khusus untuk menghilangkan goresan di kaca,” ucap Christopher.

Wiper Mobil Diangkat Saat Parkir di Bawah Terik Matahari, Mitos atau Fakta?

Mencuci Kendaraan

Saat mencuci mobil yang terpapar abu vulkanik, Christopher menyarankan untuk menggunakan tekanan air yang cukup kencang agar debu vulkanik luruh dan terlepas dari permukaan kaca.

Semprotkan air di seluruh permukaan mulai dari bagian atas kendaraan sampai ke bagian bawah.

Lakukan ini dengan seksama sampai debu tidak terlihat lagi menempel di permukaan.

“Lalu kemudian lap dengan kain microfiber yang khusus digunakan untuk bodi kendaraan. Tidak harus baru, asal bersih. Kemudian lakukan gerakan satu arah, jangan memutar,” ucap Christopher.

Chris mengungkapkan, gerakan memutar yang selama ini banyak digunakan pemilik kendaraan untuk membersihkan kendaraan tidak terlalu tepat dilakukan saat hujan abu.

Ini dapat menimbulkan goresan berbentuk lingkaran atau swirl mark yang cukup terlihat.

Pastikan membersihkan kendaraan di area tertutup agar debu vulkanik tidak kembali menempel.

Selain itu, bila terpaksa menggunakan kendaraan segera membilas kendaraan dan tidak disarankan parkir di luar ruangan. (Kompas.com/GridOto.com) 

Penulis: Daniel Tri Hardanto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved