Tribun Pringsewu

Kisah Relawan Pengawal Ambulans Diludahi, Dibentak, dan Hampir Ditabrak

Aksi yang mereka lakukan terkadang dinilai orang lain kurang kerjaan, sebab dapat membahayakan diri sendiri.

Kisah Relawan Pengawal Ambulans Diludahi, Dibentak, dan Hampir Ditabrak
TRIBUN LAMPUNG/ROBERTUS DIDIK
Albi Setya Perdana relawan pengawal ambulans yang membawa pasien rujukan. Ia bersama rekan relawan lainnya tergabung dalam komunitas Indonesian Escorting Ambulans (IEA). 

"Banyak pengendara belum memahami apa yang harus dilakukan saat ambulans melintas di jalan," ujar Albi.

Warga Keluhkan Jalan Pekon Sinar Waya Rusak Pringsewu Berlubang dan Berdebu

Reza Arifiansyah relawan pengawal ambulans lainnya menambahkan, pernah juga diludahi dan sempat mau ditabrak pengendara lainnya.

Aksi yang mereka lakukan terkadang dinilai orang lain kurang kerjaan, sebab dapat membahayakan diri sendiri.

"Misal berada di jalur jalan padat dan macet kami turun dari motor atau mengambil jalur lawan untuk membuka jalan ambulans di tengah kemacetan".

"Mungkin aksi kami ini berbahaya, tapi di benak kami, bagaimana agar ambulans cepat sampai di rumah sakit tujuan, dan pasien pun tertangani," ujarnya.

67 Pengungsi Tsunami Asal Pulau Sebesi Dipindah ke Wisma Atlet Kalianda

Ronal Elvansa, seorang sopir Ambulans Pringsewu menyatakan, terharu dengan upaya relawan berusah membuka jalur bagi ambulans.

Relawan rela turun dari motor dan mengetuk jendela mobil pengendara demi memberitahu ada ambulans mau melintas.

Menurutnya, keberadaan relawan ambulans sangat membantu mempercepat waktu tempuh antara 15 menit sampai dengan 20 menit ke tujuan.

Apalagi pada jam-jam padat kendaraan pagi atau sore, sebelumnya ketika ada kemacetan dan tidak ada relawan, ambulans ikut terjebak macet. (*)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved