Pemuda Batak Anak Petani Lulus S2 di Columbia University dan Bertemu Barack Obama

Kisah perjuangan seorang anak dari keluarga petani asal Tanjung Beringin, Dairi, di Sumatera Utara untuk meraih pendidikan S2.

Editor: martin tobing
medan.tribunnews.com
Robinson Sinurat. 

Awalnya, ia mengira akan berakhir kuliah di Bandung.

Namun, akhirnya ia diterima di Universitas Sriwijaya di Palembang, jurusan Fisika, jurusan yang bukan ia inginkan.

Namun, saat sudah diterima, Obin kembali dihadapi kendala biaya.

Orang tua Obin mengatakan tidak ada biaya dan menganjurkannya untuk mencoba lagi tahun depan.

Mengingat banyak anak-anak Indonesia yang bercita-cita masuk ke perguruan tinggi negeri tetapi tidak lolos, Obin menganggap ini merupakan kesempatan berharga baginya.

Ia pun memutuskan untuk meminjam uang tiga juta rupiah ke teman dekatnya, untuk membayar uang pendaftaran sekitar 2,4 juta rupiah dan tiket naik bis dari Bandung ke Palembang.


Robinson Sinurat.
Robinson Sinurat. (medan.tribunnews.com)

Awal baru di kampus Sriwijaya

Kisah Nyata 7 Crazy Rich Asians Paling Kaya se-Asia, Satu dari Indonesia

Setibanya ia di kampus Universitas Sriwijaya, ia pun harus memikirkan cara untuk membayar uang kos dengan sisa uangnya yang tinggal sekitar 250 ribu rupiah.

Siapa yang menyangka ketika menemani temannya mencari rumah kos, ia lalu ditawari untuk tinggal bersama salah seorang penjaga kos yang mereka datangi.

“Kalau memang kamu mau, kamu tinggal sama saya aja, tapi ya namanya juga kamar penjaga kos-an ya, enggak ada apa-apa, dan sempit.”

“Nanti kamu bayarnya terserah aja berapa dan kapan. Kalau kamu ada uang aja dibayar, tapi kalau uang listrik bayarlah ya, maksudnya paling cuman 10 apa 20 puluh ribu per bulan gitu,” katanya.

Satu masalah selesai, ia pun harus memikirkan uang untuk membayar buku praktikum dan biaya hidup, khususnya untuk makan.

Untuk menyiasati hal ini, Obin membuat strategi hanya makan satu kali sehari di kantin kampus di waktu sore hari, agar bisa mengganjal rasa lapar hingga keesokan harinya.

Untuk sepiring nasi dengan lauknya, Obin harus membayar sekitar Rp 6.000 hingga 7.000.

“Jadi dulu itu strateginya adalah aku beli nasi banyak, sepiring gede terus pakai sayur, pakai ikan atau daging apa gitu bayarnya kan cuman itu doang,” jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved