Tribun Tulangbawang

Tersangka Pencabulan dari Kampung Gedung Meneng Terancam 15 Tahun Penjara

Polsek Gunung Agung menangkap Waris Wahyudi alias Yudi (19), pelaku pencabulan anak di bawah umur.

Tersangka Pencabulan dari Kampung Gedung Meneng Terancam 15 Tahun Penjara
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Pencabulan. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, GUNUNG AGUNG - Polsek Gunung Agung menangkap Waris Wahyudi alias Yudi (19), pelaku pencabulan anak di bawah umur.

Kapolsek Gunung Agung AKP Tri Handoko mewakili Kapolres Tulangbawang AKBP Syaiful Wahyudi mengatakan, pelaku ditangkap, Selasa (29/1), sekitar pukul 21.00 WIB, saat berada di Tiyuh Mulya Jaya.

"Waris merupakan warga Kampung Gedung Meneng, Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulangbawang," ujar Tri, Rabu (30/1).

Penangkapan pelaku berdasarkan laporan dari Suk (61), pensiunan PNS, warga Kecamatan Gunung Agung, Tulangbawang Barat.

Polisi Ciduk Tersangka Pencabulan Bocah Laki-laki

Suk merupakan ayah kandung dari korban GM (15), pelajar kelas 3 SMP.
Hal ini tertuang dalam Laporan Polisi Nomor: LP/24/I/2019/Polda Lpg/ Res Tuba / Sek Gunung Agung, tanggal 29 Januari 2019.

Aksi pencabulan yang dilakukan Waris terjadi pada Selasa (29/1), sekitar pukul 19.00 WIB, di areal perkebunan karet Tiyuh Mulya Jaya. Terbongkarnya aksi bejat pelaku diketahui saat saksi Sugeng (38), yang merupakan anak menantu pelapor membawa korban pulang ke rumahnya.

Saat sampai di rumah, saksi langsung berkata kepada pelapor bahwa anaknya telah menjadi korban perbuatan cabul Waris.

Jadi Terdakwa Pencabulan, Guru Honorer SMP di Bandar Lampung Dituntut 13 Tahun Penjara

Setelah saksi pulang, pelapor langsung bertanya kepada korban, apakah benar apa yang telah dikatakan saksi, dan korban membenarkannya.
"Mendengar penjelasan anaknya, pelapor langsung syok dan istri pelapor langsung menangis. Lalu pelapor melaporkan kejadian yang dialami oleh anaknya ke Mapolsek Gunung Agung," papar Tri.

Berbekal laporan orangtua korban, polisi bergerak cepat mencari pelaku.
Akhirnya pelaku yang masih berada di Tiyuh Mulya Jaya berhasil ditangkap tanpa perlawanan.

Polisi akan menjerat tersangka dengan Pasal 81 ayat 2 Sub Pasal 82 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar," tandas Kapolsek.(end)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved