Tribun Lampung Tengah

2 Hari, KPK Periksa 25 Saksi Terkait OTT Khamami di Mapolres Lampung Tengah

Selama dua hari, KPK telah memeriksa 25 saksi terkait kasus dugaan suap proyek infrastruktur Dinas PUPR Kabupaten Mesuji.

2 Hari, KPK Periksa 25 Saksi Terkait OTT Khamami di Mapolres Lampung Tengah
Tribun Lampung/Syamsir Alam
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah saksi terkait kasus dugaan suap proyek infrastruktur Dinas PUPR Kabupaten Mesuji di Aula Atmani Wedhana Mapolres Lampung Tengah, Kamis, 31 Januari 2019. 

Saat ditanya apakah penyidik yang memeriksa berjumlah 10 orang, pria tersebut hanya menjawab singkat.

"Iya, sekitar segitu," ujarnya sambil berlalu mengendarai mobil.

Marahi Wartawan

Sebuah insiden terjadi di sela pemeriksaan yang dilakukan sejumlah orang diduga penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mapolres Lampung Tengah, Rabu, 30 Januari 2019.

Karena kesal dengan ulah wartawan, seorang wanita yang diduga penyidik KPK marah.

Ia pun memarahi dua wartawan yang berusaha mencuri-curi foto suasana pemeriksaan yang dilakukan di Aula Atmani Wedhana Mapolres Lamteng.

 Sambangi Polres Lampung Tengah, Penyidik KPK Periksa Pejabat Pemkab Mesuji?

Dari balik jendela, wanita yang mengenakan masker dan kerudung warna biru ini meminta para awak media untuk tidak mendekati ruangan pemeriksaan.

"Ini sedang pemeriksaan saksi-saksi kami. Apa kalian mau bertanggung jawab jika bocor?" ujar wanita itu kepada dua wartawan yang nekat mengambil gambar dari luar jendela.

Keberadaan rombongan yang ditengarai penyidik KPK itu dalam rangka pemeriksaan terkait pengembangan kasus dugaan fee proyek infrastruktur yang melibatkan Bupati Mesuji Khamami dan pegawai Dinas PUPR Mesuji.

Pemeriksaan di Aula Atmani Wedhana Mapolres Lamteng itu sudah berlangsung sejak pukul 11.00 WIB.

Hingga pukul 18.30 WIB, belum ada satu orang pun yang keluar dari ruangan tersebut.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi Mapolres Lampung Tengah, Rabu, 30 Januari 2019. 

Diduga, penyidik KPK memeriksa sejumlah pejabat Pemkab Mesuji terkait operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Mesuji Khamami, pekan lalu.

Dari pantauan Tribunlampung.co.id, terlihat sejumlah pria yang diduga merupakan penyidik KPK masuk ke Aula Atmani Wedhana Mapolres Lamteng sekitar pukul 11.00 WIB.

Sejumlah orang, pria dan wanita, menyusul masuk ke Aula Atmani Wedhana.

Mereka menumpang tiga kendaraan minibus warna hitam.

Beberapa orang yang diduga penyidik KPK menutup wajahnya dengan masker sembari membawa sejumlah tas koper berwarna merah.

Hingga pukul 16.00 WIB, belum ada satu orang pun yang keluar dari ruangan tersebut. 

Suasana Aula Atmani Wedhana Polres Lamteng yang diduga digunakan penyidik KPK untuk memeriksa pejabat Pemkab Mesuji, Rabu, 30 Januari 2019.
Suasana Aula Atmani Wedhana Polres Lamteng yang diduga digunakan penyidik KPK untuk memeriksa pejabat Pemkab Mesuji, Rabu, 30 Januari 2019. (Tribun Lampung/Syamsir)

Geledah 5 Lokasi di Lampung

Sebanyak lima lokasi di Lampung digeledah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap proyek infrastruktur di Kabupaten Mesuji.

Penggeledahan di Lampung dilakukan tim KPK selama dua hari, yakni Senin, 28 Januari 2019 hingga Selasa, 29 Januari 2019.

"Senin, dilakukan di tiga lokasi di Bandar Lampung, yaitu rumah bupati Mesuji (Khamami) di Bandar Lampung, kantor perusahaan salah satu tersangka pemberi suap, rumah salah satu tersangka pemberi suap," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Selasa malam.

 KPK Juga Geledah Rumah Bupati Mesuji Khamami di Bandar Lampung

Pada hari Selasa, KPK menggeledah kantor Khamami dan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mesuji.

"Dari sejumlah lokasi tersebut disita sejumlah dokumen proyek yang diduga terkait dengan perkara suap yang ditangani KPK saat ini," ujar dia.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mesuji, Selasa, 29 Januari 2019 siang.

Penggeledahan tersebut merupakan tindak lanjut operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Bupati Mesuji Khamami dan 10 orang lainnya terkait kasus dugaan fee proyek Dinas PUPR Mesuji, pekan lalu.

Tim lembaga antirasuah yang beranggotakan sekitar 15 orang itu mendatangi kantor Dinas PUPR Mesuji sekitar pukul 13.30 WIB dengan dijaga ketat aparat kepolisian.

Mereka menumpang lima mobil Kijang Innova, yakni BE 1192 CN, BE 1724 CO, BE 1497 CJ, BE 1196 CQ, dan BE 1531 BV.

Setelah hampir lima jam lamanya, penggeledahan di kantor Dinas PUPR Mesuji berakhir pukul 18.20 WIB.

Dari lokasi, KPK mengangkut satu buah koper besar warna merah dan satu koper warna biru yang diduga berisi berkas terkait proyek di Mesuji.

Usai menggeledah kantor Dinas PUPR Mesuji, 15 orang yang semuanya mengenakan masker itu lantas menyambangi kantor Sekretariat Kabupaten Mesuji.

Di sana, mereka menggeledah ruang Sekkab Mesuji. (*)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved