Berita Lampung
Gubernur Canangkan Lampung Jadi Lumbung Protein Nasional
Menurut Mirza, Lampung memiliki modal kuat berupa ketersediaan pakan yang melimpah dan populasi ternak yang besar.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong Provinsi Lampung menjadi lumbung protein nasional.
Menurut Mirza, Lampung memiliki modal kuat berupa ketersediaan pakan yang melimpah dan populasi ternak yang besar.
Hal itu disampaikan Mirza saat membuka kegiatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan Ke-189 Tahun 2025 sekaligus memperingati Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day/WRD) di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Lampung, Jumat (3/10/2025).
“Dengan kekuatan ganda ini populasi ternak yang besar dan ketersediaan pakan Lampung layak disebut sebagai lumbung ternak nasional. Kita siap tampil sebagai lumbung protein Indonesia,” tegas Mirza.
Berdasarkan data BPS 2024, populasi sapi potong Lampung mencapai 820 ribu ekor (terbesar di Sumatera, ketiga nasional), kambing 1,9 juta ekor (terbesar di Sumatera), dengan produksi daging sapi 23 ribu ton dan daging kambing hampir 6 ribu ton per tahun.
Selain itu, Lampung juga dikenal sebagai lumbung jagung nasional yang menjadi bahan baku utama pakan ternak.
Di sisi lain, Mirza menyoroti pentingnya pencegahan penyakit zoonosis, khususnya rabies.
Data 2024 mencatat populasi hewan penular rabies di Lampung mencapai 239 ribu ekor.
“Melalui vaksinasi massal, edukasi, dan pembangunan Rumah Sakit Hewan, kita targetkan Lampung Zero Rabies 2030,” ujar Mirza.
Acara bertema “Memperkuat Swasembada Protein Hewani Menuju Indonesia Emas 2045” itu turut dihadiri Sekprov Marindo Kurniawan, jajaran kepala OPD terkait, akademisi, pelaku usaha, komunitas pecinta hewan, hingga ratusan masyarakat.
Beragam kegiatan digelar, mulai dari senam bersama, donor darah 100 peserta, kampanye gizi dengan pembagian susu dan telur untuk anak-anak TK Aisyah Bandar Lampung, vaksinasi rabies gratis untuk 500 hewan kesayangan, pemeriksaan kesehatan hewan, demo anjing pelacak dan X-Ray, bazar produk peternakan, pasar murah, hingga pojok baca Bvet Lampung.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung Lili Mawarti menambahkan, layanan kesehatan hewan di UPTD Balai Pelayanan Kesehatan Hewan dan Kesmavet (BPK2LP) meningkat signifikan, dari 1.817 ekor pada 2020 menjadi 14.500 ekor pada 2023.
Saat ini laboratorium BPK2LP tengah berproses menuju akreditasi SNI ISO 17025:2017 dengan progres dokumen mutu mencapai 80 persen.
Selain itu, UPTD Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lampung telah meraih sertifikasi SNI untuk 16 pejantan unggul berbagai jenis sapi, dengan produksi semen beku mencapai 41.258 dosis hingga September 2025.
Inovasi ini diyakini mampu meningkatkan kualitas genetik ternak sekaligus menambah pendapatan asli daerah (PAD).
Pemprov Lampung juga menyiapkan pembangunan Rumah Sakit Hewan (RSH) Provinsi Lampung.
RSH ini diharapkan menjadi pusat layanan modern, rujukan klinik swasta, sekaligus sumber PAD subsektor peternakan.
Gubernur berharap dukungan pemerintah pusat melalui dana alokasi khusus (DAK) dapat mempercepat realisasinya.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)
| Dampak Positif dan Negatif Kebijakan WFH ASN dari Kacamata Pengamat Unila |
|
|---|
| Pemprov Lampung Siap Sambut Verifikasi KONI Pusat, Optimis PON 2032 Dongkrak Ekonomi Daerah |
|
|---|
| Hari Kelima Pencarian Riza, Tim SAR Perluas Penyisiran hingga Gadingrejo, Korban Belum Ditemukan |
|
|---|
| Raup Omzet Rp52,5 Juta, Bisnis Gilingan Plastik Ikhsan Diuntungkan Kenaikan Harga |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Lampung Jumat 10 April 2026, Berpotensi Hujan pada Siang hingga Malam Hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Gubernur-Lampung-Bulan-Bakti-Peternakan-dan-Kesehatan-Hewan.jpg)