Warga OKU Timur Tega Habisi Nyawa Anggota TNI Gara-gara Utang

Seorang Warga OKU Timur Tega Habisi Nyawa Anggota TNI AD Gara-gara Utang

Tayang:
Editor: taryono
sriwijaya post
Warga OKU Timur Tega Habisi Nyawa Anggota TNI Gara-gara Utang 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,  PALEMBANG - Sumarlin alias Marlin (35) hanya tertunduk lesu di hadapan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Sabtu (2/2/2019).

Dari pengakuannya, dirinya sangat menyesal telah membunuh anggota TNI.

Saat tengah asik menikmati hiburan malam di atas panggung.

"Saya tusuk perutnya, lengan dan kepalanya, lalu dia tersungkur dan saya kabur," ungkao Sumarlin, di Polda Sumsel, Sabtu (2/2).

Sumarlin diketahui memang memiliki masalah dengan korban Kopda Zeni.

Dirinya sempat menagih utang namun tidak digubris oleh korban karena kesal akhirnya Sumarlin merencanakan untuk menghabisi nyawa Zeni.

"Jadi dia ada utang sama saya, Rp 150 juta. Beberapa Kali saya minta dirinya tidak gubris. Saya kesal jadi terlintas niatan untuk menghabisi nyawanya," ungkap Sumarlin menyesal.

Gempa Hari Ini, Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Kepulauan Mentawai

Cara Mudah Orang Tua Mengajarkan Anak Usia Dini Menabung

Soal Kain Murah, Simak Apa yang Bikin Beda Antara Nella Kharisma dan Via Valllen

Sedang Berlangsung Live Streaming Tottenham vs Newcastle Mulai Jam 19.30 WIB

Mabes Polri Kembali Lakukan Mutasi 73 Perwira Tinggi dan Menengah, Ini Daftar Nama Selengkapnya

Setelah membunuh Sumarlin pergi meninggalkan korban yang tersungkur bersimbah darah.

Sumarlin menyesal dan diantarkan pihak keluarga ke Polda Sumsel.

"Saya Sumarlin sangat menyesal sekali. Saya meminta maaf kepada keluarga besar TNI, keluarga almarhum bapak Zeni dan anggota TNI Puslatpur Martapura," ungkapnya.

Sementara istri dan kedua anak pelaku yang datang ke Polda Sumsel hanya menangis histeris melihat Sumarlin digiring oleh pihak kepolisian ke balik jeruji.

"Maafkan suami saya pak. Maafkan bapaknya anak-anak. Kepada keluarga bapak Zeni kami meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kelakuan suami saya," ujar istri Sumarlin.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat dimintai keterangan mengapresiasi Denpom dan kepolisian yang cepat tanggap dalam kasus ini.

Kapolda mengaku korban datang ke Polda diantarkan oleh pihak keluarga.

Beberapa kali Kapolda terlihat berbicara dengan pelaku menggunakan bahasa daerah.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved