'Yang Gaji Kamu Siapa' Bikin Budiman Sudjatmiko dan Nasir Djamil Ditepuki Penonton Mata Najwa Trans7

Statemen 'Yang Gaji Kamu Siapa' yang sempat dilontarkan Menkominfo, Rudiantara, membuat Budiman Sudjatmiko dan Nasir Djamil

'Yang Gaji Kamu Siapa' Bikin Budiman Sudjatmiko dan Nasir Djamil Ditepuki Penonton Mata Najwa Trans7
tangkapan layar YouTube/Najwa Shihab
Budiman Sudjamiko dan Nasir Djamil terlibat adu debat soal polemik 'yang gaji kamu siapa'. 

Ada dua desain yang bisa dipilih.

Desain itu diberi nomor 1 dan nomor 2.

Rudiantara lantas meminta dua pegawai untuk maju ke atas panggung tempatnya berdiri.

Satu orang memilih nomor 1, dan lainnya memilih nomor 2.

Salah seorang ibu, lantas diminta Rudiantara untuk memaparkan alasannya memilih desain nomor dua.

Namun, pegawai tersebut justru menjurus pada pemilihan presiden.

Lalu, Rudiantara menanyakan kepada pegawai pemilih desain nomor 2.

"Bu! Bu! Yang bayar gaji ibu siapa sekarang? Pemerintah atau siapa?" ujar Rudiantara.

"Bukan yang keyakinan Ibu? Ya sudah makasih," tanyanya lagi.

Klarifikasi Rudiantara

Pernyataan Rudinatara lantas menjadi polemik.

Bahkan, banyak pihak yang mengecam pernyataan Rudiantara itu.

Di Twitter sendiri, tagar #YangGajiKamuSiapa menjadi trending nomor satu di Indonesia.

Menanggapi itu, Rudiantara dan Kominfo pun memberikan klarifikasi.

Rudiantara memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang menjadi perbincangan hangat di media sosial itu melalui akun Twitternya, @rudiantara_id, Jumat (1/2/2019).

Rudiantara mengatakan pernyataan itu disampaikan saat dalam forum internal karyawan Kominfo pada Kamis (31/1/2019).

Sambil menautkan penjelasan resmi dari Kominfo, Rudiantara mengatakan agar pernyataan itu dipahami secara utuh.

"Teman2, terkait dg pernyataan “yang bayar gaji ASN adalah pemerintah/negara” dlm forum internal karyawan Kominfo kmrn, berikut penjelasan tentang kronologi dan konteksnya agar dpt menjadi gambaran utuh, tdk sepotong2 sebagaimana video & kutipan yg banyak beredar. Terima kasih," tulis Rudiantara.

Dikutip dari laman Kominfo.go.id, Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu memberikan penjelasan terkait pernyataan Menkominfo.

Berikut, penjelasan lengkapnya:

"1. Dalam salah satu bagian acara sambutan, Menkominfo meminta masukan kepada semua karyawan tentang dua buah desain Sosialisasi Pemilu yang diusulkan untuk Gedung Kominfo dengan gaya pengambilan suara.

2. Semua berlangsung dengan interaktif dan antusias sampai ketika seorang ASN diminta maju ke depan dan menggunakan kesempatan itu untuk mengasosiasikan dan bahkan dapat disebut sebagai mengampanyekan nomor urut pasangan tertentu.

3. Padahal sebelumnya, Menkominfo sudah dengan gamblang menegaskan bahwa pemilihan tersebut tidak ada kaitannya dengan pemilu. Penegasan tersebut terhitung diucapkan sampai 4 kalimat, sebelum memanggil ASN tersebut ke panggung.

4. Dalam zooming video hasil rekaman, terlihat bahwa ekspresi Menkominfo terkejut dengan jawaban ASN yang mengaitkan dengan nomor urut capres itu dan sekali lagi menegaskan bahwa tidak boleh mengaitkan urusan ini dengan capres.

5. Momen selanjutnya adalah upaya Menkominfo untuk meluruskan permasalahan desain yang malah jadi ajang kampanye capres pilihan seorang ASN di depan publik. Terlihat bahwa ASN tersebut tidak berusaha menjawab substansi pertanyaan, bahkan setelah pertanyaannya dielaborasi lebih lanjut oleh Menkominfo.

6. Menkominfo merasa tak habis pikir mengapa ASN yang digaji rakyat/pemerintah menyalahgunakan kesempatan untuk menunjukkan sikap tidak netralnya di depan umum. Dalam konteks inilah terlontar pertanyaan “Yang Gaji Ibu Siapa?”. Menkominfo hanya ingin menegaskan bahwa ASN digaji oleh negara sehingga ASN harus mengambil posisi netral, setidaknya di hadapan publik.

7. Atas pernyataan “yang menggaji pemerintah dan bukan keyakinan Ibu”, “keyakinan” dalam hal ini bukanlah dimaksudkan untuk menunjuk pilihan ASN tersebut, melainkan merujuk kepada sikap ketidaknetralan yang disampaikan kepada publik yang mencederai rasa keadilan rakyat yang telah menggaji ASN.

Fahri Hamzah Tertawa Saat Budiman Sudjatmiko Menyebut Nama Fadli Zon

9. Kami menyesalkan beredarnya potongan-potongan video yang sengaja dilakukan untuk memutus konteks masalah dan tidak menggambarkan peristiwa secara utuh.

10. Demikian penjelasan dari kami, agar dapat menjadi bahan untuk melengkapi pemberitaan rekan-rekan media," tulis laman resmi Kominfo.

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Adu Debat soal 'Yang Gaji Kamu Siapa' dengan Nasir Djamil, Budiman Sudjatmiko: Jangan juga Digoreng

Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved