Viral Anak Curhat di Facebook, Orangtua Ditangkap Polisi Usai Nasehati Pencuri yang Masuk Rumahnya

Viral Anak Curhat di Facebook, Orangtua Ditangkap Polisi Usai Nasehati Pencuri yang Masuk Rumahnya

Viral Anak Curhat di Facebook, Orangtua Ditangkap Polisi Usai Nasehati Pencuri yang Masuk Rumahnya
Facebook/Dok.Sabrina Bakkara
Viral curhatan anak saat orangtuanya ditangkap polisi - Foto seorang ayah dan ibu ditangkap dan dipaksa oknum Polisi masuk ke mobil 

Sebulan berikutnya, polisi bapak PARLIN Sianturi dan juga rekan2nya datang kerumah pas malam2, dia menangkap ibu dan bapak saya, mereka memperlakukan seperti binatang, bapak saya digari dan disiksa (emoticon memangis), ibu saya ditonjok dan ditarik2 (emoticon menamgis) sehingga ibu saya mengalami luka.

Setelah ibu saya terluka, saya meminta visum kepada DUMA Simatupang, namun dia berkata harus ada surat dari polisi. Namun dokter tersebut mengukur luka ibu saya. Saya juga tidak tau apa maksud dari semua itu. 

Setelah paginya, kami dipaksa untuk masuk ke dalam mobil, kami dibawa ke Polres Tarutung, kami dipenjarakan di sana dan setelah itu kami diurus keluarga agar bisa tahanan luar.

Setelah masuk dalam persidangan, kami hadiri selalu sidang di kantor Pengadilan Tarutung. Setelah kami sidang penuntut Jaksa bapak PANTUN SIMBOLON membacakan dakwaan penganiayaan terhadap anak,  kami sangat keberatan dan tidak pernah menganiaya anak.

Setelah itu jaksa membacakan visum, jaksa mengatakan tidak bisa beraktivitas karena ada luka anak si pencuri tersebut dan saya juga heran kenapa umur bapak saya 20 an dibuat jaksa, sementara bapak saya udah 64 tahun.

Kemudian pengacara kami meminta Dokter DUMA SIMATUPANG yang membuat visum,  agar hadir di persidangan karena sama sekali kami tidak ada memukul atau menganiaya si pencuri itu.

Setelah dokter kami hadirkan, dokter tersebut mengatakan dia salah ketik membuat visum itu. Wajarkah seorang dokter mengatakan di persidangan dia salah ketik? Dan pengacara kami menanyakan dokter itu keadaan anak itu bagaimana?  Dia mengatakan dengan keadaan umum membaik. Sementara jaksa mengatakan tidak bisa ber aktivitas.

Setelah sidang selesai dua minggu yang lalu, apalah daya kami, di pengadilan Tarutung kami divonis 10 bulan penjara.

(Emoticon menangis) Karena kejadian ini ibu saya mengalami trauma dan bapak saya jadi buta, bapak saya tidak bisa lagi melihat dunia ini karena kejadian ini. 

Dan saat ini kami tahanan rumah. saya berharap dan saya memohon sudi kiranya ada menolong kami (emoticon menangis)."

Halaman
1234
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved