Pilpres 2019

Daftar Pendukung Prabowo Subianto yang Kini Berbalik Arah ke Jokowi, Berikut Alasannya

Sejumlah pendukungnya mulai meninggalkan ketua umum Partai Gerindra ini, mulai dari petinggi partai politik, gubernur, hingga mantan kepala daerah.

Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Daftar Pendukung Prabowo Subianto yang Kini Berbalik Arah ke Jokowi, Berikut Alasannya 

Rumah Merah Putih merujuk pada nama koalisi yang coba dibangun Prabowo-Hatta ketika itu, Koalisi Merah Putih (KMP).

Di Mata Najwa, Pemred Obor Rakyat Buka Suara Soal Hubungannya dengan Prabowo dan La Nyalla

Namun, La Nyalla mengalihkan dukungan ke Jokowi karena ia merasa kepentingan politiknya tidak pernah difasilitasi oleh Prabowo.

Menurut dia, saat Pilkada Jatim 2018, Prabowo tidak juga memberikan rekomendasi untuk dirinya sebagai cagub Jawa Timur.

"Saya capek jadi oposisi, sekarang dukung yang pasti-pasti saja, yang programnya sudah nyata dan jelas," ujar dia.

3. Ali Mochtar Ngabalin

Dulu sering mengkritik kebijakan Presiden Joko Widodo, tiba-tiba Ali Mochtar Ngabalin masuk Istana.
Dulu sering mengkritik kebijakan Presiden Joko Widodo, tiba-tiba Ali Mochtar Ngabalin masuk Istana. ()

Dulu sering mengkritik kebijakan Presiden Joko Widodo, tiba-tiba Ali Mochtar Ngabalin masuk Istana.

Politisi kelahiran Sulawesi Selatan ini masuk lingkaran dekat Istana setelah direkrut oleh Moeldoko.

Ngabalin saat ini berkiprah di Partai Golkar.

Kepala Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin tercatat pernah menjadi tim sukses Prabowo-Hatta.

Saat itu ia menempati posisi strategis, yakni juru debat Tim Pemenangan Prabowo-Hatta.

Di hadapan awak media, Ali Mochtar Ngabalin mengaku jika ia pemerintah tidak pernah melakukan kebohongan, dan tidak zalim.

Akan tetapi ia bertanya, kenapa pemerintah terus difitnah?

Kondisi Terkini Ali Mochtar Ngabalin Usai Dikabarkan Kena Stroke

Ali Mochtar Ngabalin pun menganggap jika pemerintah mewakili Tuhan di muka bumi dalam menjalankan tugas-tugasnya.

"Saya harus menyampaikan bahwa tidak ada kezaliman yang dilakukan oleh pemerintah ini. Tidak ada kebohongan, tidak ada kemunafikan, tidak ada tipu menipu, tapi kenapa difitnah? Diceritain kebatilannya? Sebagai orang yang dituakan di komunitas saya, saya bertanggung jawab, kalau gak kita dihukum oleh Allah SWT," kata Ngabalin.

"Saya harus kasih tahu kepada masyarakat, umat Islam, paling tidak komunitas saya, ya saya kan ketua umum pengurus pusat Badan Koordinasi Mubaligh seluruh Indonesia. Saya bekas ketua umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid tujuh tahun. Saya berkewajiban kasih tahu, bahwa pemerintah ini baik. Pemerintah ini menjalankan satu tugas yang mulia mewakili Tuhan di muka bumi, itu bahasa normal, itu bahasa hukum," tandasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved