Tribun Bandar Lampung
Sempat Dilarang Pergi oleh Istri, Ketua Panwascam yang Tewas Kecelakaan juga Seorang Guru
Selain menjabat ketua Panwascam Kemiling, ternyata korban juga mengajar di beberapa sekolah di Bandar Lampung.
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Daniel Tri Hardanto
Sempat Dilarang Pergi oleh Istri, Ketua Panwascam yang Tewas Kecelakaan juga Seorang Guru
Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Sholichin
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Puluhan pelayat yang didominasi siswa memberi penghormatan terakhir kepada almarhum M Hirmawan (43) di Jalan Mata Air Nomor 52 Lk II Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, Jumat, 15 Februari 2019 sore.
Hirmawan, ketua Panwascam Kemiling, meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Jalinsum Km 24-25 Desa Candimas, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Kamis, 14 Februari 2019 malam.
Selain menjabat ketua Panwascam Kemiling, ternyata korban juga mengajar di beberapa sekolah di Bandar Lampung.
• Tabrak Mobil di Natar, Ketua Panwascam Kemiling Meninggal Dunia
Susnita (46), istri korban, masih belum percaya dengan musibah yang menimpa suami tercinta.
Mengenakan gamis hitam dan jilbab berwarna senada, raut kesedihan tampak jelas di wajah Susnita.
"Ya masih gak percaya aja kalau sudah pergi. Soalnya kalau lihat di foto yang sudah tersebar di Facebook kayak orang tidur lihatnya. Karena bajunya juga bersih, gak ada darah," kata Susnita kepada Tribunlampung.co.id.
Susnita menuturkan, suaminya berpamitan pergi pada Kamis petang untuk mengunjungi teman di Natar.
"Sebenarnya gak saya kasih izin. Soalnya turun gerimis pas malam itu. Tapi, masih bersikeras mau pergi saja, dan bilang gak lama perginya. Nanti jam 10 malam sudah pulang," tuturnya.
Susnita kaget begitu mendapat kabar suaminya mengalami kecelakaan sekitar pukul 23.00 WIB.
Kabar duka itu disampaikan sejumlah orang yang datang ke rumahnya.
"Ya dapat info jam 11 malam lewatlah, pas hujan lebat itu. Ada enam orang datang ke rumah tanya, 'Bu, ini suami Ibu, benar tidak? Suaminya kecelakaan di Natar.' Lalu ditunjukkan foto itu lewat Facebook yang ada di handphone," paparnya.
Tak lama berselang, dokter yang menangani suaminya menghubungi lewat sambungan telpon.
Ia minta Susnita untuk segera datang ke rumah sakit.
• Aerox Tabrak Beat, Kedua Pengendara Nyaris Adu Jotos
"Benar-benar kaget dapat kabar itu. Dokter nelpon, katanya koma. Cepat ke sini. Siapa tahu masih bisa ngobrol. Waktu sampai di situ, sudah meninggal. Info dari dokter jam 10 malam ninggalnya," papar Susnita.
Berdasar keterangan dokter, lanjut Susnita, suaminya mengalami luka berat di bagian kepala belakang.
"Kalau lihat di bajunya tidak ada darah. Hanya di bagian pelipis ada bekas darah dari bagian kepala belakang yang terbentur," jelasnya.
Di mata Susnita, Hirmawan adalah sosok suami dan ayah yang sabar.
Ia juga sangat perhatian dalam mendidik anak-anaknya, terutama dalam hal ibadah salat lima waktu.
"Ya perhatian ke keluarga. Apalagi anak-anak kalau gak salat pasti dimarahi. Jadi salat lima waktu itu gak boleh telat dan harus dikerjakan," kenang sang istri.
Susnita menceritakan, sang suami memang dikenal gemar beraktivitas.
Selain mengajar di sekolah, ia juga tercatat sebagai ketua Panwascam Kemiling.
"Ya memang gak betah di rumah. Sukanya bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang-orang. Dia ngajar di beberapa sekolah, seperti SMK Palapa, SMK Gunadarma, dan SMKN 6. Sudah itu, aktif juga di pengurus Panwascam," paparnya.
• Kecelakaan Maut di Depan Lapas Kalianda, 2 Pemotor Tanpa Identitas Tewas
Tabrak Mobil
Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Kemiling Hirmawan (43) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera Km 24-25 Desa Candimas, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Kamis, 14 Februari 2019 sekitar pukul 21.00 WIB.
Korban tercatat sebagai warga Jalan Mata Air Nomor 52 Lk II Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung.
Menurut Kapolsek Natar AKP Hendri Prabowo, sepeda motor Yamaha Mio BE 6173 AK yang dikendarai korban menabrak mobil sedan BE 1647 yang sedang parkir di bahu jalan, tepatnya di depan SPBU Candimas.
“Korban ini dari arah Metro menggunakan motor Mio Z menuju Bandar Lampung. Sampai di depan pom bensin Candimas, ada mobil sedan berhenti, dan hendak berjalan ke arah Bandar Lampung. Diduga korban ini berjalan dengan kecepatan tinggi dan menabrak samping kanan belakang mobil. Korban saat itu terpental beberapa meter,” kata Hendri, Jumat, 15 Februari 2019.
Hendri menambahkan, saat itu korban sempat dilarikan ke Klinik Graha Puri Husada untuk diberikan pertolongan pertama.
Namun, nyawa korban tidak bisa terselamatkan.
Sementara Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung Candrawansah membenarkan kabar duka yang menyelimuti keluarga Bawaslu Lampung.
“Kita berduka ketua Panwaslu Kecamatan Kemiling meninggal dunia karena kecelakaan tadi malam,” ujar Candrawansah. (*)