Banjir di Bandar Lampung

Banjir Tak Kunjung Surut, BPBD Bandar Lampung Sedot Air Pakai Pompa

Banjir tak kunjung surut, petugas BPBD Kota Bandar Lampung menyedot air dengan menggunakan pompa.

Penulis: hanif mustafa | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribun Lampung/Hanif Mustafa
Petugas BPBD Kota Bandar Lampung menyedot air dengan menggunakan pompa di Jalan Laksamana RE Martadinata RT 05 Lk 2, Kelurahan Perwata, Kecamatan Telukbetung Barat, Bandar Lampung, Rabu, 20 Februari 2019. 

Banjir Tak Kunjung Surut, BPBD Bandar Lampung Sedot Air Pakai Pompa

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Banjir tak kunjung surut, petugas BPBD Kota Bandar Lampung menyedot air dengan menggunakan pompa.

Pemandangan itu terlihat di Jalan Laksamana RE Martadinata RT 05 Lk 2, Kelurahan Perwata, Kecamatan Telukbetung Barat, Bandar Lampung, Rabu, 20 Februari 2019.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lampung Sutarno mengatakan, banjir yang tak kunjung surut hanya di Kelurahan Perwata.

Semalaman Diguyur Hujan, Bandar Lampung Dikepung Banjir

"Di Perwata paling parah. Makanya kami lakukan upaya penyedotan. Kalau lainnya sudah surut," tuturnya.

Jumanah (42), warga setempat, mengatakan, air tak kunjung surut sejak pukul 01.00 WIB.

"Awalnya air naik jam 11 (malam). Kemudian naik lagi jam satu (dini hari) sampai masuk rumah, dan gak surut sampai pagi," ungkapnya.

Menurut Jumanah, ini merupakan banjir terparah dalam lima tahun.

"Biasanya itu cuma sebentar naik, gak sampai masuk rumah terus surut. Ini malah awet," tandasnya.

Sejumlah anak bermain sepeda di genangan air di Jalan Laksamana RE Martadinata RT 05 Lk 2, Kelurahan Perwata, Kecamatan Telukbetung Barat, Bandar Lampung, Rabu, 20 Februari 2019.
Sejumlah anak bermain sepeda di genangan air di Jalan Laksamana RE Martadinata RT 05 Lk 2, Kelurahan Perwata, Kecamatan Telukbetung Barat, Bandar Lampung, Rabu, 20 Februari 2019. (Tribun Lampung/Hanif Mustafa)

Lurah Perwata Aprindra Triwijaya mengatakan, setidaknya ada 40 rumah di RT 05 Lk 2 yang terendam air.

"Termasuk kantor kelurahan juga terendam. Kalau masuk rumah, hanya semata kaki. Kalau di jalan ini sampai sebetis kaki orang dewasa," katanya.

Apriandra mengatakan, banjir dikarenakan air luapan dari Sungai Kemuning yang hulunya di Batu Putu.

"Sekitar jam 10 (malam) air datang dan sungai meluap. Bisa jadi air kiriman. Tapi, yang jelas karena debit air terlalu besar dan daya tampungnya gak ada," jelasnya.

Apriandra mengibaratkan Sungai Kemuning seperti botol.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved