Tribun Lampung Selatan

Ini Kata KPU Lampung Tentang Hak Pilih Warga Yang Hilang Identitas Akibat Tsunami

KPU Lampung sosialisasi di daerah terdampak tsunami di Desa Way Muli Timur, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan

Penulis: Dedi Sutomo | Editor: wakos reza gautama
Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo
KPU Lampung Sosialisasi pemilu 2019 di Desa Way Muli Timur, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,RAJABASA - , untuk pemilihan umum serentak tahun 2019 pada Kamis (21/2/2019).

Hadir dalam kegiatan sosialisasi ini komisioner Provinsi Lampung, Antoniyus Cahyalana.

Kegiatan sosialisasi yang di gelar di tenda pengungsian di desa Way Muli Timur ini dihadiri oleh puluhan warga yang kini tinggal di pengungsian.

Antoniyus di hadapan puluhan warga menjelaskan pentingnya pemilu serentak pada 17 April mendatang.

Karenanya ia mengajak warga yang tinggal di pengungsian untuk menggunakan hak pilihnya dan tidak golput.

"Pemilu serentak ini merupakan sarana untuk memilih pemimpin. Baik itu presiden, anggota DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota," kata dia.

Harapan Warga Desa Way Muli Timur Lampung Selatan Terhadap Pembangunan Hunian Sementara

Pada kesempatan sosialisasi ini Antoniyus juga menjelaskan tentang surat suara untuk pilpres, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

Dirinya juga menjelaskan tentang tata cara mencoblos untuk menggunakan hak suara dan memasukannya ke dalam kotak suara.

Antoniyus pun menjelaskan bagi warga yang sudah terdaftar di DPT dan identitasnya hilang tersapu tsunami bisa menggunakan hak pilihnya dengan membawa identitas apapun.

Pengecualian ini untuk daerah terdampak bencana.

"Terpenting sudah terdaftar. Jika masih ada KTP silahkan dibawa. Tetapi jika KTP hilang tersapu tsunami warga tetap bisa menggunakan hak pilih dengan tetap datang ke tempat pencoblosan. Nanti petugas di tempat pemungutan suara akan membantu," ujarnya.

Sementara Titik Sutriningsih komisioner KPU Lampung Selatan mengatakan sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman tentang pemilihan serentak kepada warga masyarakat yang ada di pengungsian dan terdampak tsunami selat Sunda pada 22 Desember 2018 lalu.

"Sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman pada masyarakat di pengungsian tentang pemilu serentak yang sebentar lagi di gelar," kata dia.

Titik menambahkan, sosialisasi di lokasi masyarakat terkena dampak tsunami ini penting. Sebab pemilu serentak pada april 2019 ini merupakan yang pertama digelar.

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved