Berita Populer di Lampung

Berita Populer Lampung Hari Sabtu 23 Februari 2019 - Seputar Kasus Bunuh Diri di Transmart Lampung

Berita Populer Lampung Hari Sabtu 23 Februari 2019 - Bunuh Diri di Transmart dan Inses di Pringsewu

Berita Populer Lampung Hari Sabtu 23 Februari 2019 - Seputar Kasus Bunuh Diri di Transmart Lampung
Tribun Lampung/Hanif Mustafa
Jenazah korban bunuh Transmart tiba di RSUAM, Jumat, 22 Februari 2019 petang. 

"Sebenarnya jarang ketemu. Tapi, memang anaknya pendiam," kata Djino saat ditemui di Ruang Instalasi Forensik dan Kamar Jenazah RSUAM, Jumat, 22 Februari 2019 malam.

Kronologi Kasus Mahasiswa Bunuh Diri di Transmart Lampung

Setelah pamit dari rumah, kata Djino, kabar dari korban tidak lagi ada.

Kendati demikian, Djino mengatakan bahwa korban pernah putus cinta.

"Kata orangtuanya memang putus cinta. Dan katanya, ceweknya diterima polwan, kata bapaknya tadi," beber Djino.

Djino menambahkan, setelah itu, Tyas tidak pernah bertemu lagi dengan sang pujaan hati.

Sementara, mengutip dari percakapan Asnawi dengan seorang dosen Itera, terungkap bahwa Tyas adalah anak pendiam.

"Anak pertama. Anaknya memang pendiam," kata Asnawi dengan suara lirih.

Saat disinggung apakah korban ada masalah asmara, Asnawi mengaku tak tahu.

Namun, ia membenarkan bahwa sang anak menjalin hubungan dengan seorang perempuan yang saat ini menjalani pendidikan kepolisian.

"Tapi memang dia punya pacar masuk polwan. Dia (Tyas) sukanya (terlalu) mendalam," katanya.

Setelah pacarnya masuk polwan, komunikasi di antara keduanya langsung terputus.

"Kemudian nggak ada komunikasi. Dengan keluarga juga. Masih lanjut? Nggak tahu. Tapi, kata temannya sudah putus," tandas Asnawi.

2. Pengakuan Fela, Gadis Indonesia yang Dibeli Rp 19 Miliar oleh Politisi Jepang

Fela, gadis Indonesia yang dibeli  Rp 19 miliar oleh politisi Jepang.
Fela, gadis Indonesia yang dibeli Rp 19 miliar oleh politisi Jepang. (tribunnews)

Agensi lelang gadis Indonesia jutaan euro dan pemenangnya adalah politisi Jepang.

Seorang gadis yang mengaku dari Indonesia 21 tahun bernama Fela yang dilelang oleh agen escorts terkenal bermarkas di Jerman, Cinderella Escorts berhasil terjual baru-baru ini senilai 1,2 juta euro atau setara Rp 19 miliar dan dibeli oleh politisi Jepang.

"Pembeli tertinggi adalah politisi Jepang yang kaya raya, dia membeli Fela dengan harga tawaran 1,2 juta euro," kata eksekutif Cinderella Escorts khusus kepada Tribunnnews.com, Rabu lalu (20/2/2019).

Penawar ketiga tertinggi dengan nilai 600 ribu  euro oleh seorang aktor terkenal dari Mumbai.

"Dari jumlah harga yang terjual tersebut Cinderella Escorts hanya dapat 20 persen saja jadi kami hanya mendapat 240.400 euro, selebihnya dipegang oleg Fela gadis Indonesia tersebut," katanya lagi.

"Tentu setelah dipotong pajak yang harus dibayarkan pula," tambahnya.

Karena pihak agensi (cinderella-escorts.com) telah memutuskan pemenangnya, maka dalam waktu dekat ini Fela akan bertemu dengan politisi terkenal Jepang tersebut sebagai pembeli dan penawar tertingginya 1,2 juta euro di sebuah hotel di Jerman.

Peminat gadis Indonesia ini ternyata sangat besar sekali dari para lelaki di dunia.

 Sinopsis The Hunger Games: Mockingjay Part 1, Film Bioskop Trans TV Sabtu 23 Februari 2019

 VIDEO Live Streaming Sevilla vs Barcelona La Liga Malam Ini Mulai Pukul 22.10 WIB

 Atlet Indonesia Terkaya, Lihat Jam Tangan Marcus Fernaldi Gideon Seharga Miliaran Rupiah

 Download Lagu MP3 Dangdut Nella Kharisma Juragan Empang

Dari penawaran yang dilakukan sejak 10 September tahun lalu sampai kini diputuskan pemenang lelangnya, ternyata sedikitnya 60 pengusaha kaya dunia telah mengajukan diri ikut lelang guna memiliki Fera yang yang berkulit coklat gelap manis tersebut.

Sementara itu Fela mengaku hanya gadis yang sederhana saja.

"Saya hanya gadis sederhana dan bukan dari orang kaya. Uang hanya ditujukan dan mau dipakai untuk mendukung keluarga saya. Keluarga kami adalah keluarga yang biasa, punya rumah punya mobil, hanya ingin jadi independen hidup saya. Itu saja daripada saya berikan keperawanan yang kemudian meninggalkan hidup saya nantinya," kata Fela mengungkapkan tujuan menjual keperawanannya kepada Tribunnews.com, tahun lalu.

Fela dengan tinggi 160 cm, berat 53 kilogram, rambut hitam, buah dada ukuran biasa tidak pernah operasi, alamiah, mata kecoklatan, tidak bertato.

Kesukaan Fela adalah main bulutangkis, nonton film dan mendengarkan musik.

Suka steak dan seafood.

Minuman yang disukai adalah jus buah, milk tea, dengan parfum Dior yang disukai dan bunga mawar yang paling disukai.

"Keperawanan Fela telah diperiksa dokter dan telah ada sertifikatnya," kata sumber itu lagi.

Untuk Beli Rumah dan Nafkahi Keluarga

Sebelumnya, pada September 2018, Tribunnews.com melakukan wawancara khusus dengan Fela.

Dalam wawancara itu, dia Fela mengatakan, ingin menjual keperawanannya kepada pembeli tertinggi sedikitnya 100.000 euro atau setara Rp 1,7 miliar sebagai tawaran lelang pertamanya.

"Ini adalah penawaran warga Indonesia yang pertama kali dilakukan oleh Cinderella Escorts, jasa perantara penjual keperawanan berbagai wanita di dunia," katasumber Tribunnews.com dari Cinderella Escorts, Senin (10/9/2018).

Fela berusia 21 tahun ingin menjual keperawanannya untuk memberikan nafkah bagi keluarganya.

"Hai, nama saya Fela dari Indonesia berusia 21 tahun," kata Fela secara terbuka dalam video berdurasi 1 menit 11 detik.

Fela ingin mendapat kehidupan yang lebih baik, itulah sebabnya dia menjual keperawanannya.

"Saya hanya gadis sederhana dan bukan dari orang kaya. Uang hanya ditujukan dan mau dipakai untuk mendukung keluarga saya. Keluarga kami adalah keluarga yang biasa, punya rumah punya mobil, hanya ingin jadi independen hidup saya. Itu saja daripada saya berikan keperawanan yang kemudian meninggalkan hidup saya nantinya," kata Fela mengungkapkan tujuan menjual keperawanannya.

Fela mengakui bukan tidak mungkin untuk menikah dengan pembelinya asalkan memang orangnya baik.

3. Temuan Aneh Operator ATCS di Traffic Light Bandar Lampung

Operator ATCS dari Dinas Perhubungan Bandar Lampung Noviana Sufi menunjukkan gambar pasangan muda-mudi tak memakai helm yang terekam CCTV di lampu merah Tugu Adipura.
Operator ATCS dari Dinas Perhubungan Bandar Lampung Noviana Sufi menunjukkan gambar pasangan muda-mudi tak memakai helm yang terekam CCTV di lampu merah Tugu Adipura. (Tribunlampung.co.id/Sulis Setia markhamah)

Operator yang memantau pergerakan lalu lintas melalui kamera CCTV di tujuh titik lampu merah (traffic light) lewat Area Traffic Control System (ATCS) di Terminal Induk Rajabasa, Bandar Lampung, mengaku kerap menemukan pelanggaran.

Salah satu petugas operator ATCS dari Dinas Perhubungan (Dishub) Bandar Lampung, Noviana Sufi mengakui, tak jarang pengendara dengan sengaja membuat ulah agar mendapatkan teguran melalui pengeras suara yang ada di titik lampu merah.

 Gubernur Lampung Duet dengan Babang Tamvan Andika Eks Kangen Band

"Ada yang sengaja dan mancing biar kena tegor. Kayak gak pakai helm terus ngelambai-lambai ke kamera yang ada di tiang traffic light sembari teriak-teriak minta ditegor. Aneh juga lucu," kisah Noviana saat ditemui Tribun Lampung di ruang pemantauan ATCS Rajabasa, Sabtu (23/2/2019) sore.

Tak jarang dia dan juga rekannya menemukan banyak hal menggelikan yang merupakan ulah pengendara di titik traffic light.

"Semalem ada sepasang muda-mudi kayaknya pacaran nggak pake helm kerekam kamera CCTV di bunderan Adipura. Kami tegur melalui pengeras suara eh ceweknya marah-marah mukulin cowoknya entah maksudnya suruh muter arah atau gimana," cerita Novi.

Terkadang ada juga pelanggar yang kebingungan saat ditegur dan terlihat kikuk setelah tahu ternyata yang ditegur melalui pengeras suata adalah dirinya.

"Ada juga yang ketakutan, nunduk-nunduk sambil terlihat berharap lampu merah segera berlalu," imbuhnya.

Tak jarang juga ada pengendara yang mengatupkan tangannya meminta maaf ke arah kamera saat mendapatkan teguran.

Menurut Novi, pelanggaran lalu lintas seperti tidak mengenakan helm atau berputar balik semaunya sering ditemui di simpang Gubernur Lampung dan Terminal Rajabasa.

"Malam lebih banyak lagi pelanggar nggak makai helm bahkan di Tugu Adipura," jelas dia. (*)

Penulis: Daniel Tri Hardanto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved