Tribun Lampung Selatan

Petani Jagung Lampung Selatan Was-was Harga Jagung Turun Drastis

Para petani jagung di Kabupaten Lampung Selatan kini was-was.Pasalnya harga jagung di Lampung Selatan dalam dua pekan terakhir terus turun

Penulis: Dedi Sutomo | Editor: wakos reza gautama
Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo
petani jagung di lampung selatan 

"Padahal kita harus membiayai keluarga. Biaya untuk kebutuhan sehari-hari dan anak sekolah. Tentu tidak cukup hanya dengan penghasilan Rp 1 juta per bulan. Penghasilan seperti itu tidak akan pernah bisa mengangkat petani menjadi makmur," kata dia.

Terus turunya harga jagung saat ini juga menjadi perhatian Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Lampung Selatan M Amin Syamsudin.

Dirinya mengatakan dilema turunnya harga jagung yang drastis ini selalu dihadapi petani kala menghadapi musim panen.

Sejauh ini belum ada langkah pemerintah untuk bisa melindungi petani jagung.

"Inilah yang dihadapi petani jagung kita. Belum ada keberpihakan yang pemerintah untuk melindungi petani. Sejauh ini belum ada standarisasi harga jagung. Seperti halnya penetapan HPP (harga pokok pembelian) pada beras," terang Amin.

Menurut dirinya, dengan kondisi saat ini akan sulit mewujudkan kesejahteraan petani.

Justru sebaliknya petani selalu menjadi objek penderita dari kebijakan yang kurang berpihak pada mereka.

Amin pun menawarkan satu solusi. Ia mengatakan ke depan pemerintah perlu mendorong dan membantu setiap gapoktan bisa memiliki gudang penyimpanan tersendiri.

Serta membentuk koperasi yang nantinya menampung hasil panen petani.

Gapoktan bisa menetapkan harga standar pembelian jagung petani yang tidak merugikan petani.

ACT dan Tribunnews Salurkan Bantuan untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Nantinya bisa dijual dengan pabrikan pakan ternak yang membutuhkan jagung dengan harga tertentu dan menjamin keberlangsungan suplay jagung kepada pabrikan.

"Tidak kalah penting pemerintah perlu menetapkan HPP jagung. Sehingga ada standarisasi harga yang melindungi petani jagung dari fluktuasi harga yang terlampau tinggi," tandasnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved