Tribun Metro

Monitor dan CPU Eskavator di TPAS Karangrejo Dicuri, Pengelolaan Sampah Jadi Terhambat

Monitor dan CPU eskavator TPAS Karangrejo dicuri. Akibatnya, pengelolaan sampah terhenti karena alat berat tidak berfungsi.

Monitor dan CPU Eskavator di TPAS Karangrejo Dicuri, Pengelolaan Sampah Jadi Terhambat
Tribun Lampung/Indra Simanjuntak
Monitor dan CPU eskavator TPAS Karangrejo 

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Monitor dan CPU eskavator TPAS Karangrejo dicuri.

Akibatnya, pengelolaan sampah terhenti karena alat berat tidak berfungsi.

Kepala UPTD TPAS Karangrejo Supriyanto mengatakan, aksi pencurian alat eskavator baru disadari jajarannya saat ingin mengoperasikan pada Jumat (28/2/2-19) pagi.

Ungkap Kasus Pencurian Sapi Bali Tuntas, Polisi Ringkus Tersangka Terakhir

Monitor dan CPU eskavator TPAS Karangrejo dicuri. Akibatnya, pengelolaan sampah tidak bisa terhenti karena alat berat tidak berfungsi.
Monitor dan CPU eskavator TPAS Karangrejo dicuri. Akibatnya, pengelolaan sampah tidak bisa terhenti karena alat berat tidak berfungsi. (Tribun Lampung/Indra Simanjuntak)

Diperkirakan aksi pencurian terjadi pada kamis malam.

"Kalau nilai itu lumayan mahal. Sekitar Rp 150 juta. Dan kita perkirakan sudah ahli ya. Karena semua dibuka satu persatu. Jadi pasti profesional, karena sangat paham. Ada petugas jaga, tapi kan di dalam kantor," tukasnya.

Namun demikian, kerugian bukan hanya berdampak secara materi. Karena petugas TPAS tidak bisa mengelola sampah.

Akibatnya tumpukan sampah semakin banyak. Dimana setiap hari TPAS Karangrejo menerima 200 kubik sampah.

"Ini belum kerja kita. Kalau laporan sudah. Ke pimpinan dan kepolisian tadi sudah cek. Cuma yang jadi masalah, sampah menumpuk ini. Karena tidak bisa kita apakan. Ini saja sudah sampai depan pagar tumpukan," katanya lagi.

Mantan Mekanik Provider Diduga Terlibat Pencurian Aki Penguat Sinyal Tower di Bandar Lampung

Monitor dan CPU eskavator TPAS Karangrejo dicuri
Monitor dan CPU eskavator TPAS Karangrejo dicuri (Tribun Lampung/Indra Simanjuntak)

Ia mengaku, ada dua eskavator yang dimiliki TPAS Karangrejo.

Namun keduanya tidak bisa beroperasi. Satu karena mesin dicuri, satu lagi dikarenakan sedang dalam masa perbaikan.

"Kalau solusinya, kita sudah sampaikan ke pimpinan, untuk sementara waktu ini akan menyewa dulu. Memang cukup mahal, karena per hari bisa sampai Rp 3 juta. Karena hitungannya per jam," imbuhnya.

(*)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: Teguh Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved