Tribun Bandar Lampung

Tiba di Bandar Lampung, Sutiyo Berbagi Kisah 19 Tahun Jelajahi Indonesia

Seorang petualang Nusantara bernama Sutiyo Suyanto tiba di Bandar Lampung. Sudah 19 tahun ia menjelajahi Indonesia.

Tiba di Bandar Lampung, Sutiyo Berbagi Kisah 19 Tahun Jelajahi Indonesia
Tribun Lampung
MAMPIR KE DPRD - Sutiyo Suyanto, penjelajah wilayah Indonesia, mampir ke Gedung DPRD Bandar Lampung saat tiba di Bandar Lampung, Rabu (6/3/2019). 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG ROMI RINANDO

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Seorang petualang Nusantara bernama Sutiyo Suyanto tiba di Bandar Lampung. Sudah 19 tahun pria yang kini berusia 53 tahun itu berjalan kaki menjelajahi Indonesia. Usai menamatkan perjalanan di Lampung, ada harapan khusus yang ingin ia wujudkan: bertemu Presiden RI.

Tiba di Bandar Lampung, Rabu (6/3/2019), Sutiyo Suyanto menyempatkan mampir ke Gedung DPRD Bandar Lampung. Tangan kanannya tampak memegang tongkat. Tas ransel menempel di punggungnya. Lengkap dengan bendera merah putih serta poster bertuliskan "Jejak-jejak Petualang, Pejalan Kaki Mengelilingi Nusantara, Putra Pekalongan, Jawa Tengah, Sutiyo Suyatno, HP 0812-6684-1217".

Berjumpa dengan awak Tribun Lampung, Sutiyo menceritakan pengalamannya menjelajahi Indonesia. Ia mengawali perjalanan dari Merak, Banten, pada 2000 silam. Tujuannya adalah Banyuwangi di ujung Pulau Jawa. Total 6 tahun kurang 3 bulan pria kelahiran Pekalongan, 5 september 1966, ini menghabiskan waktu untuk menyusuri Pulau Jawa.

"Keliling Indonesia awalnya dari Merak-Banyuwangi. Saya jalan kaki lewat jalur utara dan selatan. Setelah itu, saya ke Madura-Bali. Di Madura 1 tahun dan di Bali 1 tahun," kisahnya.

Tahun demi tahun berlalu. Sutiyo menjelajahi Nusa Tenggara, Papua, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, hingga masuk ke Pulau Sumatera.

"Pulau Sumatera yang terakhir. Di Sumatera, saya sudah sejak 2016. Hitungannya, 3 tahun 4 bulan 73 hari," tuturnya.

Tujuan Sutiyo berkeliling Indonesia di antaranya karena ingin menikmati keindahan alam Indonesia. Kemudian, mempelajari kultur dan budaya di setiap daerah. Ia pun memperoleh aneka pengalaman, baik suka maupun duka.

"Suka duka, banyak. Semua daerah punya cerita. Misalnya kemarin di Pekanbaru, Riau. Dari 26 rumah makan yang saya mampiri, tidak ada satu pun yang merespons saya," katanya.

Sutiyo mengaku tidak ada modal dan bekal yang ia siapkan untuk menjelajahi Indonesia. Modal, menurut dia, hanya selembar surat jalan dari aparat desa/kelurahan atau aparat kepolisian. Sutiyo biasanya mendapatkan surat jalan tersebut setiap sampai di daerah yang ia sambangi.

"Modal nggak ada. Yang penting, ada surat jalan dari lurah atau kepala desa atau polsek setempat. Jadi, setiap saya sampai di suatu daerah, yang pertama saya kunjungi adalah aparat lurah, desa, atau polsek. Syukur-syukur bisa bertemu kepala daerahnya," beber warga Dusun III Boyoteluk Siwalan, Pekalongan, itu.

Sutiyo akan mengakhiri petualangannya di Lampung. Sebelum benar-benar menuntaskan perjalanan, masih ada satu keinginannya: bertemu Presiden RI.

"Satu keinginan terakhir saya, bertemu presiden. Tapi nantilah, setelah pemilu selesai," pungkasnya. (*)

Penulis: Romi Rinando
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved