Tribun Bandar Lampung

MKKS Masih Susun Zonasi Pendaftaran Peserta Didik SMA

MKKS SMA Provinsi Lampung hingga saat ini belum menetapkan zonasi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2019.

MKKS Masih Susun Zonasi Pendaftaran Peserta Didik SMA
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Sulpakar saat memimpin rapat persiapan PPDB online, Rabu, 30 Mei 2018. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Provinsi Lampung hingga saat ini belum menetapkan zonasi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2019.

Kepala MKKS SMA Lampung Suharto menjelaskan, pihaknya masih melakukan kajian mengenai pemetaan zonasi sekolah sebagai acuan PPDB 2019. Pihaknya sedang menyusun jarak terdekat sesuai sekolah dalam pemetaan zonasi.

"Setiap sekolah negeri, arahnya akan menjadi satu zonasi. Saat ini, kami sedang menyusun usulan wilayah mana saja yang masuk ke dalam zonasi yang ada," kata Suharto, Jumat (15/3/2019).

"Arahnya nanti, penerimaan siswa dari kecamatan mana saja yang paling dekat atau minimal berbatasan langsung dengan kecamatan sesuai lokasi sekolah itu berada," sambungnya.

Apabila kajian pemetaan zonasi sudah selesai, MKKS akan menyampaikan usulan zonasi ke Pemprov Lampung. Suharto menargetkan pembahasan mengenai pemetaan zonasi selesai secepatnya.

"Kami berharap kajian selesai secepatnya untuk finalisasi pada akhir bulan (Maret) ini. Sebulan sebelum pelaksanaan PPDB, juknisnya (petunjuk teknis) pasti sudah tersebar ke seluruh sekolah. Pastinya, satu sekolah satu zonasi," terang Suharto.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Sulpakar mengungkapkan, zonasi PPDB SMA ini mengacu Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2018. Adapun mekanismenya dibahas dan diatur oleh MKKS.

Dalam pemetaan zonasi, pihaknya berjanji memperhatikan peserta didik yang berkebutuhan khusus. Pasalnya, ada lebih banyak persiapan dalam proses pendaftaran anak berkebutuhan khusus.

"Anak berkebutuhan khusus perlu banyak persiapan. Seperti, sistem penerimaannya, kesiapan tenaga pendidiknya, dan sebagainya," ujar Sulpajar.

"Peserta didik anak berkebutuhan khusus pastinya tenaga pendidik yang juga memiliki keterampilan khusus. Sangat khusus lah perlakuannya," imbuhnya. (Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

Penulis: Bayu Saputra
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved