Tribun Bandar Lampung

Ini Isi Pertemuan Presdir AP II dengan Gubernur Lampung Ridho Ficardo Bahas Bandara Raden Inten II

Presiden Direktur AP II Muhammad Awaluddin beraudiensi dengan Gubernur Lampung Ridho Ficardo di ruang kerja Gubernur Lampung

Ini Isi Pertemuan Presdir AP II dengan Gubernur Lampung Ridho Ficardo Bahas Bandara Raden Inten II
Tribunlampung.co.id/Noval Andriansyah
Gubernur Lampung M Ridho Ficardo (kiri) bersama Presiden Direktur AP II Muhammad Awaluddin (kanan) saat diwawancarai awak media usai melakukan pertemuan di ruang kerja gubernur, Senin 25 Maret 2019. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Rencana pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menyerahkan pengelolaan Bandara Radin Inten II Lampung Selatan ke PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) langsung ditindaklanjuti manajemen AP II dengan bertemu Gubernur Lampung M Ridho Ficardo.

Presiden Direktur AP II Muhammad Awaluddin bahkan turun langsung untuk beraudiensi dengan Ridho di ruang kerja Gubernur Lampung, Senin 25 Maret 2019 sore.

Dalam pertemuan tersebut terungkap, pengelolaan bandara yang sering disebut Branti tersebut oleh AP II hampir pasti dilakukan pada April 2019.

Awaluddin mengatakan, saat ini pihaknya sedang menunggu proses verifikasi aset yang dilakukan oleh Kemenhub dan Kementerian Keuangan.

"Verifikasi aset itu terakhir sudah dilakukan pada 11 Maret 2019. Mereka (Kemenhub dan Kemenkeu) butuh waktu sekitar 30 hari. Jadi sekitar 10 atau 11 April mereka sudah punya angka untuk kemudian dibuatkan formula perhitungan seberapa besar, dalam konteks kontribusi tetap dan bagi hasil atau pembagian keuntungan plus rencana penambahan nilai belanja modal," kata Awaluddin saat diwawancarai usai beraudiensi dengan Ridho, Senin 25 Maret 2019.

Awaluddin memastikan, AP II sudah menyiapkan sekitar Rp 467,6 miliar sebagai belanja modal yang telah dimasukkan ke pemerintah.

Kereta Bandara Radin Inten II Butuh Dukungan Dana Pemerintah Pusat

"Istilahnya begini, besok misalnya kami tanda tangan BASTO (Berita Acara Serah Terima Operasional dari Kemenhub ke AP II), lusa kami sudah bisa kerja untuk apapun dari alokasi investasi itu (Rp 467,6 miliar)," ucap Awaluddin.

Sementara Ridho berharap proses alih kelola tersebut bisa dipercepat sehingga pengembangan bandara yang sudah berstatus internasional tersebut bisa segera dilaksanakan.

"Lampung siap. Siapa saja yang mengelola asalkan untuk kebaikan Lampung, kami siap," ucap Ridho.

(Tribunlampung.co.id/Noval Andriansyah)

Penulis: Noval Andriansyah
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved