Pancaroba Waspada Penyakit Urtikaria
Kondisi cuaca tak menentu saat ini bisa memicu ragam jenis penyakit. Satu diantaranya kaligata atau dalam dunia kedokteran disebut urtikaria.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: martin tobing
Laporan Wartawan Tribun Lampung Jelita Dini Kinanti
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kondisi cuaca tak menentu saat ini bisa memicu ragam jenis penyakit.
Satu diantaranya kaligata atau dalam dunia kedokteran disebut urtikaria.
Gejala penyakit itu muncul bercak merah meninggi terasa gatal di kulit.
dr Putri Anitasari, Sp.KK dari Rumah Sakit Graha Husada mengatakan, urtikaria disebabkan cuaca (panas atau dingin), makanan seperti seafood, obat, transfusi darah, penyakit gangguan imun seperti lupus, serta infeksi bakteri dan jamur.
Bisa juga karena dingin es batu dan trauma fisik.
Contoh trauma fisik adalah tergores. Saat tergores, urtikaria akan membentuk goresan itu.
• Waspadai Penyakit Mata Papiledema Penderita Kerap Tak Menyadari
Penyakit urtikaria ada jenisnya. Pertama urtikaria akut terjadi kurang dari 6 minggu, dan kedua urtikaria kronik terjadi lebih dari enam minggu
"Misal ada pasien datang ke dokter spesialis kulit dan kelamin dengan keluhan urtikaria".
"Ketika ditanya terjadinya sudah berapa lama, pasien mengatakan satu bulan, berarti yang dideritanya urtikaria akut," jelasnya.
dr Putri menambahkan, urtikaria juga muncul tanpa diketahui penyebabnya yang disebut utikaria idiopatik.
Urtikaria itu langsung tiba-tiba muncul.
Menurutnya, laki-laki dan perempuan sama tingkat kejadian urtikaria. Bahkan, bisa menyerang sejak bayi.
"Tapi saya jarang sekali menemukan pasien bayi terkena urtikaria. Lebih sering menemukan pasien usia mulai dari 30 tahun," ujar dr Putri.
• Kenali Cara Mencegah Penyakit Batu Ginjal
Urtikaria bisa menyerang seluruh bagian tubuh. dan bisa muncul bersamaan dengan angioedema.
Angioedema berbeda dengan utikaria.
Bedanya urtikaria terjadi di lapisan epidermis, sementara angioedema di lapisan dermis.
Perbedaan lain, angioedema berupa bengkak dikelopak mata, mulut, bahkan saluran nafas yang menyebabkan penderitanya mengalami gangguan saluran nafas.
Setelah sembuh angioedema tidak berulang. Berbeda dengan urtikaria yang bisa berulang.
"Contoh saat umur 30 tahun sembuh dari urtikaria. lalu lima tahun kemudian urtikaria muncul lagi," jelas dr Putri.
Meski berbeda dengan urtikaria, penyebab angiodema sama dengan utikaria.
Konsultasi ke Dokter
• Mengenal Penyakit Autoimun dan Dampak Bagi Tubuh
Masyarakat terkena urtikaria disarankan langsung konsultasi ke dokter untuk menerima perawatan.
Dokter akan memberikan obat antihistamin dan salep steroid
Antihistamin diberikan karena patogenesis dalam badan ada sel mast yang melepaskan histamin.
Itu menyebabkan fasodilatasi pembuluh darah, sehingga timbul bentol merah
Sedangkan salep steroid untuk anti radang.
Saat kulit mengalami urtikaria, muncul bercak merah yang menandakan terjadinya peradangan di pembuluh darah.
• Kenali Ragam Jenis Penyakit Asma Guna Penanganan Medis Tepat
"Untuk urtikaria idiopatik, saya bisa mengobatinya dengan terapi darah di Rumah Sakit Graha Husada".
"Tapi terapi itu tidak menghilangkan, melainkan mengurangi intensitas kekambuhan," kata dr Putri.
Sementara itu untuk pengobatan dari angioedema, sama dengan urtikaria, menggunakan antihistamin dan salep steroid.
Semisal angioedema mengenai saluran nafas, harus dibawa ke UGD untuk injeksi obat.
Jika tidak dilakukan bisa terkena penyempitan saluran nafas. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/penyakit-urtikaria.jpg)