Tribun Bandar Lampung

Terendam Lagi di Titik Kerusakan, Jalan Ryacudu Sempat Jadi Satu Jalur

Jalan Ryacudu, Korpri, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, lagi-lagi berubah menjadi kubangan.

Terendam Lagi di Titik Kerusakan, Jalan Ryacudu Sempat Jadi Satu Jalur
Tribun Bandar Lampung/Bayu Saputra
TERENDAM LAGI - Sejumlah pengendara melintas pelan di Jalan Ryacudu yang terendam air akibat hujan, Kamis (25/4/2019). Pengendara lainnya tampak memilih lewat di jalur sebelah untuk menghindari kubangan. Jalan akhirnya sempat berubah menjadi satu jalur. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Jalan Ryacudu, Korpri, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, lagi-lagi berubah menjadi kubangan.

Jalan yang menjadi akses dari dan menuju Jalan Tol Trans Sumatera ruas Kotabaru, Lampung Selatan, itu terendam air akibat hujan, Kamis (25/4/2019).

Pantauan awak Tribun Lampung, Kamis sore, titik jalan yang terendam air cukup dalam berada di depan Rumah Makan Uni Saiyo, dari arah flyover Jalan Sultan Agung-Ryacudu menuju pintu masuk tol.

Para pengendara mobil dan sepeda motor tampak berjalan pelan melintasi jalan yang berkubang itu. Kondisi tersebut lama kelamaan membuat pengendara menghindari titik jalan yang terendam air.

Alhasil, Jalan Ryacudu di ruas tersebut berubah menjadi satu jalur. Pengendara dari flyover Sultan Agung-Ryacyudu menuju pintu masuk tol memilih mengambil jalur di sebelah yang merupakan jalur dari pintu keluar tol menuju flyover.

Dengan penyempitan di jalur pintu keluar tol menuju flyover, arus lalu lintas tak ayal menjadi tersendat. Arus kendaraan melambat hingga menyebabkan antrean cukup panjang.

Evan Wahyu, warga Kecamatan Jati Agung, Lamsel, mengeluhkan kondisi Jalan Ryacudu rusak parah.

"Jadi nggak nyaman lewat. Harusnya ada perbaikan untuk jalan ini, karena menuju pintu tol Kotabaru. Jangan mementingkan jalan tolnya aja," kata Evan.

Evan menganggap wajar Jalan Ryacudu akhirnya berubah menjadi satu jalur. Pengendara, jelas dia, pasti tidak ingin kendaraannya mogok gara-gara nekat melewati jalan yang terendam air.

"Daripada mobil atau motor mogok, ya lebih baik lewat di jalur sebelah. Kemacetan sudah jadi konsekuensi. Makanya, pemerintah harus cepat perbaiki jalan ini," ujarnya. 

Sabrina, warga Kelurahan Way Dadi, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, menilai kondisi Jalan Ryacudu sangat parah. Apalagi, di tengah musim yang masih hujan saat ini.

"Kalau hujan, semakin menjadi-jadi airnya. Jalan jadi terendam. Kalau kita teruskan, masuk ke kubangan ini, bisa terendam mesin motor," katanya.

Sabrina juga mewajarkan para pengendara yang memilih pindah ke jalur sebelah untuk menghindari jalan yang terendam.

"Kondisi jalan ini harus jadi perhatian serius pemerintah. Jangan sampai di pikirannya, jalan tol mulus aja," ujarnya. (Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

Penulis: Bayu Saputra
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved