Tribun Bandar Lampung
Cerita Pecinta Kucing: Tidur Bareng, Jadi Teman Curhat
Hobi memelihara hewan mungkin sudah biasa. Namun, bagaimana jika hewan yang dipelihara sampai puluhan ekor?
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Yoso Muliawan
Perawatan diberikan bukan hanya saat "anak-anaknya" sakit, melainkan juga ketika sehat. Misalnya, memberi makan dua kali sehari, membersihkan kandang setiap pagi, memandikan dua pekan sekali, serta memberi obat cacing tiga bulan sekali, vaksin setahun sekali, dan vitamin sebulan sekali.
Khusus vaksin anak kucing berusia 2 bulan, diberikan vaksin kedua sebulan setelah vaksin pertama. Termasuk vitamin setiap hari saat sedang sakit.
Untuk makanan, Bunda Wiwie merogoh kocek Rp 1,5 juta untuk 35 ekor kucing. Biaya itu terhitung murah. Ia menekan biaya dengan membeli makanan kucing secara karungan.
Selain itu, Bunda Wiwie juga sering mencampur makanan murah dengan makanan mahal. Namun, khusus anak kucing dan kucing hamil, diberikan makanan yang mahal.
Berawal dari Kasihan
Sementara Dokter Istighfariza Shaqina memiliki kucing pertama kali saat SMA. Saat itu, ada anak kucing kampung dalam keadaan kurus dan kotor meminta makan.
Ica, sapaan akrabnya, merasa kasihan, lalu membawanya masuk untuk diberi makan. Ketika itu, ia hanya ingin memberi makan. Tak terlintas di pikirannya untuk memelihara.
Namun, lama kelamaan Ica semakin sayang dengan kucing tersebut hingga memutuskan memeliharanya.
Perlahan, kucing yang dipeliharanya bertambah. Selain sayang, Ica merasa kucing adalah hewan yang lucu: bisa diajak komunikasi dan bermain.
Sampai sekarang, kucing yang dipeliharanya sebanyak 20 ekor. Terdiri dari kucing kampung, persia, dan himalaya. Kucing-kucing ditaruh di halaman khusus.
Di halaman, ditempatkan liter box yang di dalamnya terdapat pasir. Setiap hari, pasir selalu diganti.
Ica memberi makan kucing-kucing tiga kali sehari. Untuk makanan semua kucingnya, ia menghabiskan uang Rp 3 juta per bulan. Makanan itu campuran antara makanan kering kualitas medium dan sarden.
"Saya juga kasih vitamin sehari sekali, dicampur ke makanan. Vaksin setahun sekali untuk kucing himalaya dan persia, karena rentan sakit," tutur Ica.
"Dua ras kucing itu juga saya kasih serum penguat dan penumbuh rambut, karena khawatir bulunya yang panjang cepat rontok," imbuhnya.
Untuk memandikan kucing, Ica memilih memandikan sendiri seminggu sekali agar lebih hemat. Ia baru memandikannya ke pet shop jika sedang lelah, tidak sempat memandikan, atau ada acara besar seperti Lebaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/sayang-kucing.jpg)