Tribun Bandar Lampung

Soal Uang Pengganti Rp 20,5 Miliar, Andi Achmad Ajukan Peninjauan Kembali

Mantan Bupati Lampung Tengah Andi Achmad Sampurna Jaya mengajukan peninjauan kembali (PK) di PN Tanjungkarang, Senin (29/4/2019).

Soal Uang Pengganti Rp 20,5 Miliar, Andi Achmad Ajukan Peninjauan Kembali
Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa
AJUKAN PK - Mantan Bupati Lampung Tengah Andi Achmad Sampurna Jaya saat mengajukan peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (29/4/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Mantan Bupati Lampung Tengah Andi Achmad Sampurna Jaya mengajukan peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (29/4/2019).

Pria yang biasa disapa Kanjeng ini mengajukan PK terkait pidana tambahan dalam putusan Mahkamah Agung Nomor 313 K/Pid.Sus/2012, tertanggal 9 Mei 2012.

Andi Achmad menyatakan, pengajuan PK tersebut menyangkut hak dirinya.

“Perjalanan hukum badan sudah habis, sudah selesai. Tapi, menyangkut negara dan kerugian negara (uang pengganti) sudah diakui oleh pemda bahwa mereka yang tanggung. Bukan saya lagi. Mengganjal di situ,” kata Andi Achmad usai persidangan.

Andi Achmad menuturkan, pidana badan yang dijalaninya sudah habis sejak Desember 2018. Namun, ia masih ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Rajabasa lantaran pidana kerugian negara atau uang pengganti.

“Harusnya sudah selesai dan kerugian negara sudah dihapus tahun 2009 sebelum saya diputus. Sudah tidak ada kerugian negara. Pengadilan yang memutuskan,” jelasnya.

Andi Achmad terbukti melakukan tindak pidana korupsi dengan memberi perintah kepada bawahannya untuk memindahkan dana APBD 2008 dari Bank Lampung ke BPR Tripanca Setiadana senilai Rp 28 miliar.

Sebelumnya, Andi Achmad sempat dibebaskan oleh putusan Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang dalam perkara korupsi APBD sebesar Rp 28 miliar dengan nomor putusan 434/Pid.Sus/2011/PN.TK, tertanggal 19 Oktober 2011.

Namun, putusan tersebut dicabut oleh MA. MA menyatakan, Andi Achmad bersalah dengan dijatuhi hukuman pidana penjara selama 12 tahun dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan.

Andi Achmad juga diharuskan membayar uang pengganti Rp 20,5 miliar. Apabila tak mampu membayar uang pengganti, hukumannya diganti pidana penjara selama tiga tahun.

Namun, ketua majelis hakim Samsudin menyatakan, sidang belum bisa digelar lantaran jaksa penuntut umum (JPU) belum siap.

“Tanggapan JPU belum siap. Jadi, mohon waktu. Untuk PH (penasihat hukum), jika (PK) dibacakan nanti, harus siap. Yang menemukan novum (bukti baru), siapa? Nanti diajukan. Kenapa ditanyakan sekarang? Agar selanjutnya siap. Jadi, sidang diundur hingga 20 Mei 2019,” ungkap Samsudin dalam persidangan yang digelar terbuka. (Tribunlampung.co.id/Hanif Risa Mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved