Masih Ada Uang Gak, Saya Mau Silaturahmi? Suap Proyek Mesuji Diduga Mengalir ke Kejari Tulangbawang

Masih Ada Uang Gak, Saya Mau Silaturahmi? Suap Proyek Mesuji Diduga Mengalir ke Kejari Tulangbawang

Masih Ada Uang Gak, Saya Mau Silaturahmi? Suap Proyek Mesuji Diduga Mengalir ke Kejari Tulangbawang
tribun lampung / hanif
Masih Ada Uang Gak, Saya Mau Silaturahmi? Suap Proyek Mesuji Diduga Mengalir ke Kejari Tulangbawang 

"Yang Rp 300 juta, pak kadis mau bawain uang, menanyakan ke saya 'cepat tanya Tasuri, masih ada uang gak saya mau silaturahmi'," ujar Wawan.

"Silaturahmi dengan siapa?" tanya Zaini.

"Jadi sudah dapat uang Rp 300 juta, Rp 150 juta untuk kadis, Rp 100 juta untuk diserahkan ke Kasi Intel Kejari Tulangbawang dan Rp 50 juta dimintain lagi untuk silaturahmi," jawab Wawan.

Najmul pun membantah pernyataan Wawan tersebut.

"Tidak ada yang mulia tidak pernah ada permintaan untuk kebutuhan saya," ungkap Najmul.

"Jangan bohong terima terima saja, kalau ketahuan keterangan palsu bisa kena 3 tahun sampai 12 tahun," ucap Zaini. 

"Hari ini kita konfrontir dua saksi Wawan Sehendra dan Najmul Fikri, karena kedua keterengan dianggap kontradiktif," seru Majelis Hakim Ketua Novian Saputra saat membuka persidangan.

Dalam sidang lanjutan fee proyek infrastruktur Kabupaten Mesuji, Kamis 9 Mei 2019, Mejelis Hakim berulang kali menegur saksi Kepala Dinas PUPR Mesuji Najmul Fikri.

Majelis Hakim menegurnya lantaran tidak langsung menjawab pertanyaan JPU KPK pada persidangan terdakwa Sibron Azis dan Kardinal.

Pada persidangan kali ini diagendakan dengan mengkonfrontir dua saksi yakni Kepala Dinas PUPR Mesuji Najmul Fikri dengan tersangka Wawan Suhendra selaku Sekertaris Dinas PUPR Mesuji.

Halaman
1234
Penulis: hanif mustafa
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved