Deretan Perilaku Aneh Sugeng Sebelum Mutilasi Wanita yang Baru Dikenalnya, Pernah Potong Lidah Pacar
Tersangka kasus mutilasi di Pasar Besar Kota Malang, Sugeng Angga Santoso ternyata memiliki sejumlah perilaku aneh.
Sebab, ada beberapa kejanggalan yang hingga kini belum juga terungkap.
Hal itu mulai dari motif terduga pelaku melakukan mutilasi, kemudian pelaku juga menato tubuh korban.
Kata Asfuri, tato tersebut memang dibuat oleh Sugeng dengan menggunakan jarum yang kemudian dipukul dengan palu.
Proses menato itu dilakukan Sugeng saat korban sudah meninggal dunia.
"Terduga pelaku ini nekat melakukan mutilasi karena permintaan dari korban. Dan, pelaku mengaku mendapatkan bisikan-bisikan untuk melakukan mutilasi kepada korban," tandasnya.
Pengakuan Sugeng
Sugeng ditangkap polisi Polres Malang Kota seusai anjing pelacak menyisir di sekitar lokasi kejadian.
Seusai ditangkap, Sugeng kemudian dibawa ke TKP dan dimintai keterangan oleh petugas.
Berikut, kesaksian Sugeng yang masih didalami polisi:
1. Tak membunuh korban
Kepada polisi, Sugeng mengaku memutilasi korban tetapi tidak membunuhnya.
Sugeng mengaku berkenalan dengan korban di depan Klenteng Eng An Kiong pada Sabtu (11/5/2019) lalu.
Seusai berkenalan, Sugeng membawa korban ke Pasar Besar pada pukul 07:00 WIB.
Sugeng mengaku, bahwa korban sedang dalam kondisi sakit.
"Menurut kesaksian yang bersangkutan, nama korban itu 'Maluku'. Entah itu nama korban, atau tempat tinggal korban, tapi yang bersangkutan hanya menyebut itu," ungkap Asfuri.
Menurut kesaksian Sugeng, pada pukul 17:00 WIB, korban kemudian meninggal dunia di Pasar Besar.
Dan, Sugeng membenarkan bahwa dirinya telah melakukan mutilasi terhadap tubuh korban pada Senin (13/5/2019).
2. Mutilasi karena Amanah Korban
Mutilasi dilakukan oleh Sugeng sesuai dengan permintaan atau amanah korban.
Setelah melakukan mutilasi, Sugeng akhirnya meninggalkan tubuh korban yang telah terpotong-potong di parkiran lantai II Pasar Besar.
"Kami masih menyelidiki kasus mutilasi ini. Mulai dari motif mutilasi dan apakah Sugeng ini melakukan pembunuhan kepada korban. Ini yang masih kami selidiki," ucapnya.
Hingga berita ini ditayangkan, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap terduga pelaku yang bernama Sugeng.
3. Memutilasi dengan Gunting Taman
Sugeng juga membuat pengakuan mengejutkan terkait alat yang dipakai untuk memotong tubuh korbannya.
Sugeng yang ditangkap Rabu (15/5/2019) sore di Jl RE Martadinata ini mengaku memotong tubuh korban menggunakan gunting taman.
Bagaimana Sugeng mendapatkan gunting taman itu, hingga kini masih diselidiki polisi.
4. Dimutilasi 3 Hari setelah Meninggal
Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri menjelaskan, proses mutilasi dilakukan tiga hari setelah korban yang diperkirakan berusia 34 tahun itu meninggal.
Korban dan terduga pelaku, baru berkenalan sembilan hari lalu sekitar pukul 06.30 WIB di depan Kelenteng En Ang Kiong.
"Jadi pada saat berkenalan, korban ini dalam keadaan sakit kemudian dibawa ke Lantai 2 Pasar Besar. Kemudian pada pukul 17.00 WIB, terduga pelaku menjumpai korban meninggal," kata Asfuri, Rabu (15/5/2019).
5. Korban Minta Ditato Kakinya
"Menurut pengakuan terduga pelaku seperti itu, amanat dari korban. Tapi masih kami dalami," ucap Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri.
Terduga pelaku adalah pengangguran dan berstatus sebagai duda.
Informasi yang diperoleh kepolisian, terduga pelaku mempunyai riwayat pernah melalukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
• Polisi Ungkap Hubungan Asmara di Balik Kasus Mutilasi Guru Honorer di Blitar
"Informasi yang kami terima pernah (melakukan KDRT). Terkait motif dan bagaimana kasus ini masih akan kami dalami," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Potong Lidah Kekasih, Sugeng Tersangka Mutilasi di Pasar Besar Malang Tak Ditakuti Anak-anak
YUK SUBSCRIBE CHANNEL YOUTUBE Tribun Lampung News Video di bawah ini.
FOLLOW INSTAGRAM Tribunlampung.co.id di bawah ini.
FOLLOW TWITTER Tribunlampung.co.id di bawah ini.
FOLLOW FANS PAGE FACEBOOK Tribunlampung.co.id di bawah ini.