Ciri-ciri Pelaku Pembegalan Driver Ojek Online di PKOR Way Halim Lampung

Ciri-ciri Pelaku Pembegalan Driver Ojek Online di PKOR Way Halim Lampung

Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa
Dedi Suherman, korban pembegalan, - Ciri-ciri Pelaku Pembegalan Driver Ojek Online di PKOR Way Halim Lampung 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kabar buruk datang dari driver ojek online di Bandar Lampung.

Dedi Suherman (31) nama  driver ojek online itu dikabarkan dibegal seorang pria.

Alhasil, motor miliknya raib bersama HP dan dompetnya.

Kejadiannya  di PKOR Way Halim Minggu (25/5/2019) malam.

Kepada polisi Dedi Suherman mengungkap ciri-ciri pelaku begal.

Pria tersebut bertubuh tinggi, menggunakan kemeja lengan panjang, rambut gondrong, serta menggunakan topi.

Berdasarkan arsip berita Tribun Lampung,  kejadian driver ojol dibegal oleh penumpangnya sudah dua kali selama sebulan ini.

Berikut ini lima fakta driver ojol di Bandar Lampung dibegal oleh penumpangnya sendiri.

 Kronologi Terbongkarnya Aksi Pencabulan JM terhadap Belasan Murid SD

 Tak Terima Ditunjuk-tunjuk Fadli Zon, Ali Mochtar Ngabalin Bikin Ancaman Mengerikan

 Ahmad Dhani Rayakan Ultah di Sel, Mulan Jameela Tulis Pesan Haru

1. Herman adalah warga Rusunawa Ketawang Blok B Panjang, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

2. Herman menjadi korban begal di depan PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Sabtu (25/5/2019) sekira pukul 21.00 WIB.

3. Herman kehilangan sepeda motor Yamaha Vixion Merah Hitam bernopol BE 4994 DC.

4. Tak hanya itu, handphone dan dompetnya juga direbut pelaku begal.

5. Herman menuturkan bahwa ia sempat memiliki firasat sebelum motornya hilang. Tiga kali ia bermimpi motornya hilang.

Berikut ini kronologi driver ojol di Bandar Lampung dibegal oleh penumpangnya sendiri.

Dedi Suherman pada mulanya punya motor Yamaha M3. Motor itu kemudian ia jual seharga Rp 7 juta.

Hasil pembelian motor itu ia gunakan untuk modal beli motor Yamaha Vixion.

Vixion harganya Rp 13 juta. Untuk menuutpi kekuragannya, ia meminjam ke perusahaan leasing dan membayar cicilan sisanya.

Sudah tiga bulan terakhir ini ia mencicil motor yang ia pakai untuk ojek online itu.

Selama tiga bulan ini pula, ia tiga kali bermimpi motornya hilang.

Pada mimpi pertama, motornya hilang di parkiran minimarket Indomaret.

Mimpi kedua, motor hilang saat di SPBU.

 Terlahir Tanpa Tangan, Gadis 10 Tahun Ini Jadi Juara Lomba Tulisan Tangan Se-Amerika Serikat

Mimpi ketiga, motornya dipinjam teman dan tidak dikembalikan.

Kemudian, pada Minggu (25/5/2019) malam, Herman mengantar keponakannya ke Jalan Bypass.

Sampai Bypass, Herman mendapatkan order ke sekitar PJR.

Penumpang cewek pun ia antar ke PJR di sebuah kafe. Dari kafe, ia keluar.

Tepat di depan PJR, Herman dihentikan seorang pria.

Pria tersebut bertubuh tinggi, menggunakan kemeja lengan panjang, rambut gondrong, serta menggunakan topi.

Si penumpang mengaku ingin bertemu orangtuanya di kawasan Islamic Center Bandar Lampung.

Herman ingin menolong. jadi, meski tidak melalui orderan (offline), ia mengantar pria tersebut.

Saat melaju di Jalan Bypass, di depan pintu gerbang PKOR, si penumpang minta turun, alasannya ingin kencing.

Herman menunggu di motornya sembari memainkan HP.

Tiba-tiba, saat menaruh HP ke tangki motor, dari arah belakang si penumpang muncul dan langsung menarik jaketnya.

Malah, lehernya dikalungi sebilah pisau.

Herman mengaku tidak memikirkan lagi motornya. Ia hanya memikirkan keselamatan dirinya, dan bagaimana anak dan istrinya tetap ada yang menghidupi.

Kepada si begal, Herman mengatakan, "Bang, saya itu punya anak istri."

Namun, si begal tidak mempedulikan, malah berkata, "Aih, nggak pikir."

Begal mengambil HP dan dompetnya, lalu motornya juga diambil dan dibawa pergi.

Herman syok atas kejadian yang baru menimpanya. Orang berhenti di depannya, Herman tetap diam.

 Unggah Foto Bareng Jessica Mila, Al Ghazali Tulis Kalimat Menohok

Dia lalu berjalan kaki sampai ke Flyover Ryacudu.

Oleh anak-anak yang mengatur jalan, ia diantar ke shelter Transmart.

Sampai di Shelter Transmart, ia langsung dibantu rekan-rekan sesama Ojol.

Kemudian, melapor ke Polsek Sukarame dan juga Polresta Bandar Lampung.

Driver Ojol Harus Waspada

Sekretaris Umum Gaspoll, Ayes Rohayat, meminta driver ojol waspada jika ada order dari zona atau wilayah tertentu yang selama ini diidentifikasi sebagai zona bahaya.

"Zona itu sudah ditandai, order offline dan online lihat riwayat jemput dan antar, karena beberapa lokasi ada targetnya juga," katanya.

Ayes Rohayat mengungkapkan, kasus pencurian begal dalam beberapa bulan ini sudah menimpa dua anggota Gaspoll.

"Atas kejadian ini, harapannya kami mendapat perlindungan dalam kategori keselamatan kerja di jalan," bebernya.

Ayes menambahkan, agar rekan Ojol untuk berhati-hati menerima orderan dari Gosend, lantaran ditakutkan ada barang yang dilarang.

"Untuk upaya hukum kami ikuti prosedur, dan berharap aksi pencurian yang menimpa herman segera ditindaklanjuti," katanya.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rossef Efendi mengatakan pihaknya sudah menerima laporan aksi pembegalan ini.

"Sudah kami terima saat ini masih dalam proses pengejaran," ujarnya.

Menyamar Jadi Driver Ojol

Beberapa waktu sebelumnya, Bandar Lampung juga dibuat heboh oleh aksi seorang pria, yang menyamar jadi driver ojek online, seorang pria mencuri di Alfamart.

Diketahui, driver ojol gadungan itu bernama Darwis Harun.

Pria berusia 53 tahun, warga Jalan Indrabangsawan Gang Haji Ibrahim, Rajabasa, Bandar Lampung tersebut, pun hampir dimassa warga.

Peristiwa tersebut terjadi di Alfamart Jalan Prof Dr Ir Sumantri Brojonegoro Kedaton, Selasa 21 Mei 2019 sekitar pukul 10.30 WIB.

Ia sengaja mendatangi minimarket tersebut untuk mencuri dengan menyamar jadi driver ojek online.

Saksi mata, Abri mengatakan, pelaku memang beberapa hari sebelumnya, pelaku sudah ketahuan mengutil barang di toko.

"Jadi, kami sudah kehilangan empat barang tiga hari lalu, kami pantau CCTV," ungkap Abri.

"Dan kebetulan, hari ini (Selasa, 21/5/2019), orang itu (ojol gadungan) datang lagi," ungkap Abri.

Abri yang bekerja sebagai pegawai Alfamart, mengaku ia tidak langsung menangkap driver ojol gadungan itu.

Ketika pelaku kembali datang, ia memantau pelaku melalui CCTV terlebih dahulu.

"Ternyata emang orang yang kami incar, dan saya tahu dia orang maling kemarin," ucapnya.

"Saat datang itulah, kami langsung pantau melalui CCTV," imbuhnya.

Rupanya benar, prasangka Abri terbukti setelah pelaku memasukkan barang ke dalam tasnya.

"Tapi sebelum masukin barang, pelaku modusnya nanya barang yang tidak ada," timpalnya.

Sudah tahu pelaku membawa barang curian, Abri mengatakan salah satu temannya berjaga di depan pintu.

"Langsung kami adang dan di tasnya ada barang, dan barangnya itu benar produk Alfamart," sebutnya.

Kata Abri, pelaku sempat mengelak dan berkilah bahwa barang tersebut dibelinya dari toko.

Alhasil sempat terjadi aksi tarik menarik.

Hal tersebut ternyata mengundang perhatian warga sekitar.

Sehingga, massa pun berkumpul.

"Tapi berhasil ditangkap bahkan di motornya ada barang-barang juga produk Alfamart," tuturnya.

Ojah, Kepala Toko Alfamart mengatakan ia yang mengadang pelaku di depan pintu.
"Iya saya pegangin dia (pelaku) berontak mau pukul, saya langsung lari teriak minta tolong," ucapnya.

Setelah berteriak, Ojah mengaku warga sekitar berkumpul untuk membantu.

"Tadi aja, pelaku sempat gigit warga yang nangkap," tandasnya.

Ojah menambahkan akibat aksi pelaku, pihaknya merugi hingga Rp 1,5 juta.

"Jadi pelaku ini nggak sekali ke sini, udah beberapa kali ngambil, ya sekarang dikit, kalau kemarin banyak," tandasnya.

Ojol Gadungan

Kapolsek Kedaton Kompol Abdul Mutholib, mengatakan pihaknya saat ini sudah mengamankan pelaku.

"Benar, sudah kami amankan saat ini masih diperiksa," ujarnya.

Mutholib pun menegaskan bahwa pelaku bukan driver ojek online.

"Bukan driver ojol, memang nyamar, jadi jaket Ojol itu kamuflase, memang niat nyuri," tandasnya. 

(tribunlampung.co.id.hanif mustafa)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved