Tribun Lampung Utara

15 ODGJ di Lampung Utara Akan Direhabilitasi Dissos

Sebanyak 15 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) akan direha‎bilitasi oleh Dinas Sosial (Dissos) Kabupaten Lampung Utara tahun 2019.

15 ODGJ di Lampung Utara Akan Direhabilitasi Dissos
Tribun Lampung/ Sulis Setia Markhamah
Ilustrasi - Orang gila di Jalan ZA Pagar Alam depan Burger Max Bandar Lampung, Sabtu (4/5) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Sebanyak 15 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) akan direha‎bilitasi oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lampung Utara tahun 2019. 

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lampung Utara, M. Erwinsyah mengatakan di tahun 2019, pihaknya mendapat jatah untuk pembiayaan rehabilitasi bagi ODGJ sebanyak 15 orang. 

"Di tahun 2019, Dinsos Lampura mendapat jatah rehabilitasi bagi 15 ODGJ dan sampai pertengahan bulan Juni 2019, pihaknya telah menjaring enam orang ODGJ untuk direhabilitasi," ujarnya, Rabu 12 Juni 2019. 

Untuk itu, Ia menghimbau warga yang mengetahui dan melihat orang yang memiliki kelainan jiwa segera melaporkan ke Dinsos.

Hal itu agar petugas dapat melakukan tindakan antisipasi dengan membawa mereka ke salah satu yayasan di Bandar Lampung.

Ditempat tersebut, mereka yang terkena ODGJ aka diberikan perawatan, baik berupa penanganan psikologis, maupun penanganan sosial.

“Para ODGJ akan dirawat di sana. Metodenya bisa macam macam ada aktivitas terapi kelompok, psikoterapi, psikoedukasi, ada rehabilitasi, psikososial, ada spiritual dan lain-lain. Mereka bisa kembali ke masyarakat, sesuai hasil (rekomendasi) medis yang diberikan," kata Dia.

Data dan Fakta Pelantikan Arinal Djunaidi-Nunik Menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung

Ketua DPRD Lampung Utara, Rachmat Hartono mengapresiasi langkah yang dilakukan Dinas Sosial untuk menertibkan orang mengalami gangguan jiwa dan gelandangan supaya Kabupaten Lampung Utara dapat lebih cantik.

“Namun sangat disayangkan jika hal ini hanya di lakukan sepintas lalu saja. Menurut saya bukan hanya ditertibkan. Tetapi harus ada tindak lanjut oleh dinas terkait dalam menangani orang gila, gepeng dan anak punk,” jelasnya.

VIDEO Sah, Arinal-Nunik Dilantik Jadi Gubernur-Wakil Gubernur Lampung Periode 2019-2024

Ibarat pepatah “patah tumbuh hilang berganti atau mati satu tumbuh seribu”, jangankan hanya ditertibkan diberantaspun susah. Oleh sebab itu, harus ada langkah konkrit yang diambil. Seusai mereka sembuh, ada program pemberdayaan bagi mereka.

“Misalnya memberikan pembinaan dan memberdayakan mereka dengan menciptakan program-program yang responsif,” ujarnya. (Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)

Penulis: anung bayuardi
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved