Tribun Lampung Selatan
Banyak Orangtua Murid di Lamsel Bingung Cara Daftar PPDB Online, Pilih Lakukan Hal Ini
Hari pertama pendaftaran peserta didik baru untuk SD/SMP dan juga SMA di Lampung Selatan, banyak orangtua yang masih bingung dengan sistem online.
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Reny Fitriani
Laporan Wartawan Tribun Lampung Dedi Sutomo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Hari pertama pendaftaran peserta didik baru untuk SD/SMP dan juga SMA di kabupaten Lampung Selatan, banyak orangtua yang masih bingung dengan sistem online.
Banyak dari orangtua ini kemudian mendatangi warnet (warung internet) untuk mendaftarkan anaknya secara online melalui aplikasi PPDB. Meski pendaftaran melalui smartphone bisa pula dilakukan.
Tadi sudah mencoba mendaftar melalui handphone tetap susah. Akhirnya ke warnet untuk mendaftar anak yang mau masuk SMP,” kata Yuni seorang ibu yang hendak mendaftarkan anaknya ke SMP kepada tribun, Senin (17/6).
Banyaknya orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya masuk sekolah secara online ini membuat beberap warnet yang ada di wilayah Kalianda pun dipenuhi calon pendaftar sekolah.
Para pendaftar ini sebagian dibantu oleh operator warnet untuk mendaftar melalui aplikasi PPDB secara online. Pendaftaran online ini memasuki data-data seperti, nama, Nomor induk Keluarga (NIK) dan tempat asal sekolah.
Nantinya hasil pendaftaran online ini dicetak/diprint untuk kemudian dibawa saat mendaftar secara langsung/manual ke sekolah yang dituju.
Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Lampung Selatan, Thomas Americo mengatakan pada dasarnya orang tua walimurid bisa membuka aplikasi PPBD untuk pendaftaran siswa baru melalui smarphone.
“Tetapi memang banyak yang mengatakan aksesnya lebih lambat. Karenanya banyak juga yang ke warnet untuk mendaftar,” ujarnya.
Pendaftaran siswa baru ini berlangsung sejak tanggal 17 hingga 22 Juni mendatang. Dan untuk pengumuman bagi SD dan SMP tanggal 1 Juli mendatang. Lalu diikuti dengan daftar ulang hingga 5 juli mendatang.
“Untuk pendaftaran secara online hasilnya dicetak. Karenanya perlu diprint. Ini untuk bukti saat mendaftar ke sekolah. Sebenarnya kalau sudah bisa mendaftar melalui smartphone, tinggal dicetak di printer saja,” terang Thomas Americo.(Tribunlampung.co.id/dedi sutomo)