Ganasnya Rudal SAM Mesir yang Mampu Rontokkan 60 Pesawat Terbang Israel
Sekalipun di sana-sini para penerbang Israel meraih keberhasilan lokal, secara keseluruhan hari-hari pertama pertempuran udara pada perang Yom Kippur
Penulis: Romi Rinando | Editor: taryono
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Sekalipun di sana-sini para penerbang Israel meraih keberhasilan lokal, secara keseluruhan hari-hari pertama pertempuran udara pada perang Yom Kippur antara Israel dengan Negara –negara Arab sangat suram bagi Chel-Ha'Avir (angkatan udara Israel).
Perang Yom Kippur, atau Perang Ramadan atau Perang Oktober adalah perang yang terjadi pada 6 - 26 Oktober 1973 terjadi antara negara Israel melawan koalisi negara-negara Arab yang dipimpin Mesir dan Suriah.
Pada jam-jam pertama perang bukan hanya Garis Bar Lev yang runtuh, tapi runtuhnya seluruh teori Israel. Dimana tentara reguler Israel yang didukung angkatan udara dapat menahan setiap serbuan Arab, ternyata gagal.
Chel Ha'Avir gagal memberikan dukungan bagi pasukan darat Tzahal maupun menghentikan gerak maju musuh di Sinai dan Golan.
• Sekte Yahudi Ortodok Ini Ingin Lenyapkan Negara Israel dan Dukung Palestina Merdeka, Ini Alasannya
Akibatnya Israel menderita kerugian besar akibat sistem rudal Mesir dan Suriah.
35 pesawat terbang Israel ditembak jatuh dalam 24 jam pertama perang.
Apabila pada 1976 faktor paling menentukan dari keberhasilan Israel adalah kekuatan udara, kini Chel Ha'Avir benar-benar gagal menjalankan misinya.
Alasan mengapa rudal-rudal SA-2, SA-3 dan SA-6 (SAM) yang dioperasikan untuk menghantam sasaran yang terbang tinggi maupun rudal panggul kecil SA-7 begitu efektif dalam membendung Chel Ha'Avir bukan hanya karena desainnya.
• Kisah Paspampres Soeharto Nyaris Adu Tembak dengan Agen Rahasia yang Kawal PM Israel, Akibat Lift
Tetapi terutama karena Uni Soviet menyuplai persenjataan yang sangat rumit ini dalam jumlah yang melimpah.
Persenjataan jenis inilah yang diangkut udara Soviet selama Perang Yom Kippur berlangsung.
Persenjataan SAM sendiri tidak murah dan pihak Soviet pun hanya memiliki stok terbatas.
Sekalipun demikian, mereka mengirimkannya ke Timur Tengah dalam jumlah yang memampukan orang Arab menembakkannya seperti berondongan senapan mesin.
Besarnya jumlah senjata jenis ini membuat taktik pengelakan menjadi sia-sia.
Pesawat-pesawat tempur Israel yang dapat menghindari rudal pertama, kedua, dan ketiga pasti akan dihantam oleh rudal keempat.
Sejumlah serangan udara tambahan oleh Chel Ha'Avir di tepi timur Terusan dilaporkan menimbulkan kerugian besar bagi pihak musuh.
Pesawat-pesawat jet Israel melancarkan ratusan sortie terhadap sasaran-sasaran di Mesir pada hari berikutnya.
Tapi perisai SAM Mesir menimbulkan banyak korban dan kehilangan Chel Ha'Avir menjadi meningkat.
Yakni meningkat menjadi tiga pesawat terbang untuk setiap 200 sortie.
Itu adalah sebuah angka yang tidak dapat dipukul oleh Israel.
Chel Ha'Avir kehilangan 33 dari 140 F-4E miliknya, terutama akibat SAM.
Dari 102 pesawat terbang Israel yang hilang dalam Perang Yom Kippur, 60 di antaranya diderita pada minggu pertama perang. (sumber intisari online)
Artikle ini sudah tayang di Intisari-Online.com dengan judul : Keganasan SAM vs 'Artileri Terbang' Israel, 60 Pesawat Terbang Israel Rontok dalam Minggu Pertama Perang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ganasnya-rudal-sam-mesir-yang-mampu-rontokkan-60-pesawat-terbang-israel.jpg)