Kasih Haru Ashanty dan Aurel Hermansyah Telusuri Gang Kecil Temui Sosok Renta
Mengetahui Ashanty dan Aurel datang ke rumah Nenek Koli, para tetangga langsung mengerubungi rumah wanita senja itu.
Penulis: Noval Andriansyah | Editor: taryono
Namun, suami dan ketiga anaknya telah meninggal dunia karena sakit.
Kini dipernikahan kedua Nenek Koli pun tidak dikaruniai anak.
"Boleh liat-liat ke dalem nggak nek?" tanya Ashanty ingin melihat keadaan di dalam rumah Nenek Koli.
Nenek Koli pun mempersilakan dan mengantar Ashanty bersama Aurel ke dalam rumahnya.
Kondisi rumah Nenek Koli cukup memprihatinkan.
Terlihat atap rumah yang bolong dan bocor apabila hujan turun.
Hanya ada satu ruangan tanpa sekat di dalam rumahnya.
Tempat untuk tidur, makan, menaruh perabotan semua digabung dalam satu ruangan.
Sementara itu dapur untuk memasak berada di luar, terletak di depan rumahnya, tempat Ashanty dan Aurel datang.
Diketahui juga Nenek Koli tidak memiliki kamar mandi sendiri.
Kamar mandinya menumpang ke rumah yang berada di sebelahnya.
Setelah melihat-lihat isi rumah Nenek Koli, mereka pun kembali ke luar rumah untuk berbincang ringan.
Ashanty merasa kagum dengan sosok Nenek Koli.
Di umurnya yang menginjak 74 tahun, Nenek Koli masih terlihat sehat dan segar.
Terlebih lagi di usia senjanya ia masih harus bekerja untuk menyambung hidup.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ashanty-aurel.jpg)