Tribun Bandar Lampung
Calhaj Balam Ada Tambahan dan Berangkat Perdana 12 Juli 2019, Ada Limpahan Kursi Kosong dari Jakarta
Keberangkatan perdana calon jemaah haji Bandar Lampung 2019/1440 Hijriah dijadwalkan pada 12 Juli 2019.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Keberangkatan perdana calon jemaah haji Bandar Lampung 2019/1440 Hijriah dijadwalkan pada 12 Juli 2019.
Jumlah calhaj yang berangkat perdana itu sebanyak 410 orang dari kelompok terbang 8.
"Untuk calhaj Bandar Lampung dijadwalkan mulai 12 Juli, yaitu kloter 8 sebanyak 410 orang, full dari Bandar Lampung. Rinciannya 402 calhaj, tiga TPHD (Tim Pendamping Haji Daerah), dan lima petugas kloter. Itu nanti, informasinya, berubah menjadi kloter 9. Surat resminya baru keluar Senin (hari ini, 1/7)," jelas Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Bandar Lampung Abdul Basid, Minggu (30/6/2019).
Pada 12 Juli itu, calhaj masuk Asrama Haji di Rajabasa, Bandar Lampung, pada pagi pukul 08.00 WIB.
Kemudian malam harinya, pukul 19.00 WIB, mulai melaksanakan X-Ray.
Lalu, pukul 22.00 WIB, calhaj diberangkatkan ke Bandara Radin Inten II, Natar, Lampung Selatan.
"Pada jam 11 malam (23.00 WIB) diterbangkan ke Cengkareng (Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten). Dan jam 3 dini hari dari Cengkareng ke Madinah. Jadi nggak ada istirahat. Karena itu harus fit badan para calhaj," jelas Basid.
• Calhaj Kloter Pertama asal Bandar Lampung Berangkat 12 Juli 2019
Jumlah keseluruhan calhaj asal Bandar Lampung tercatat sebanyak 1.911 orang.
Terbagi menjadi sembilan kloter. Namun, masih akan ada tambahan.
"Belum selesai karena masih ada pelunasan tahap lima. Ini diperuntukkan yang ada seat-seat kosong dari DKI, diisi calhaj Lampung. Masih sampai 2 Juli nanti, jadi belum tahu berapa yang melunasi," paparnya.
Pada penambahan pelunasan tahap lima ini, terang Basid, ada kursi kosong dari DKI Jakarta diberikan ke Lampung.
Namun, menurut dia, peruntukannya untuk usia lanjut yang belum lolos pada usulan pertama yang diperuntukan bagi calhaj berumur 85 tahun.
"Kami terbagi sebanyak sembilan kloter. Untuk yang tambahan ini nanti berarti di kloter terakhir, karena itu nanti bergabung dengan kloter DKI," katanya.
• 487 Calhaj Lampung Utara Siap Berangkat ke Tanah Suci
Pemantapan
Basid menerangkan agenda terdekat setelah kegiatan manasik haji, yaitu pada Selasa (2/7/2019), pemantapan ketua regu dan ketua rombongan di Kantor Kemenag Bandar Lampung. Pesertanya berjumlah 211 orang.
"Pada 5 Juli 2019 ada pelepasan seluruh calhaj oleh Wali Kota Bandar Lampung Herman HN di Masjid Al-Furqon (Telukbetung Utara). Ketika pemberangkatan nanti tentunya tidak ada kegiatan seremoni lagi. Dan saat pelepasan oleh walikota, dimohon seluruh calhaj hadir sebagai rasa terima kasih. Sebab, OTD (ongkos transit daerah) kan disubsidi Pak Wali sebesar Rp 2.440.000," paparnya.
Untuk cek kesehatan sudah selesai. Sebab, calhaj yang sudah memiliki visa sudah istitaah (mampu) dan sudah divaksin.
Ketika pemberangkatan juga dilaksanakan pemeriksaan kesehatan terakhir yang dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Panjang di Asrama Haji.
"Makanya kami imbau kepada seluruh calhaj jaga kesehatan sejak sekarang ini. Jangan terlalu lelah dan capek supaya menjelang keberangkatan semua berjalan dengan lancar," jelasnya.
• Calhaj Diimbau Tak Berlebihan Konsumsi Suplemen, Ini Dampak Negatifnya
Persiapan Barang Bawaan dan Fisik
Beragam persiapan sudah dilakukan oleh para calon jemaah haji Bandar Lampung menjelang pemberangkatan ibadah haji dalam waktu dekat.
"Ya untuk kesiapan sudah dilakukan mulai dari kegiatan manasik masal hingga manasik per kecamatan yang dilaksanakan Kemenag Kota Bandar Lampung," jelas Edi, seorang calhaj, Minggu (30/6/2019).
Bahkan dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji sendiri sudah diberikan materi setiap bulannya.
Bahkan sudah dilaksanakan sejak Februari atau Maret lalu.
"Ada yang setiap minggu atau dua minggu sekali dari teori dan praktiknya. Seperti tawah, sa'i, cara menggunakan ihram yang benar, ditambah dari pemerintah di bawah kemenag terkait kegiatan manasik haji kemarin," katanya.
Menurutnya, pelaksanaan manasik untuk yang di kecamatan lebih efektif. Sebab, pesertanya tidak terlalu banyak dengan durasi waktu selama empat jam setiap pertemuan.
Kesiapan dari beberapa bulan lalu juga sudah cek kesehatan, suntik meningitis, geometrik, sampai general check up, dan tidak ada masalah.
"Haji ini kan ibadah fisik. Tinggal mempersiapkan secara fisik. Kalau saya sekarang melatih jalan pagi rutin dua hari sekali selama 15 menit," pungkas warga Kedamaian, Gang Mangga tersebut.
Calhaj lainnya, Firdaus, menyatakan semua jemaah tentunya senang sudah ikut yayasan KBIH dan sudah diberikan manasik. Namun, dengan kegiatan manasik dari Kemenag yang lalu, tentu menjadi lebih jelas lagi.
"Persiapan haji kan ditunggu-tunggu sudah siapkan segalanya keperluan sudah disusun. Insya Allah siap kita semua siap dari ibadah dan materi. Insya Allah siap kesemuanya," pungkasnya.
(tribunlampung.co.id/eka ahmad)