Calhaj Diimbau Tak Berlebihan Konsumsi Suplemen, Ini Dampak Negatifnya

Dinas Kesehatan Bandar Lampung mengingatkan para calon jemaah haji agar tidak berlebihan mengonsumsi suplemen.

Tribunlampung.co.id/Deni
Sebanyak 1.911 calon jemaah haji Bandar Lampung mengikuti pembinaan manasik haji di aula Masjid Al Furqon, Rabu, 19 juni 2019. 

Calhaj Diimbau Tak Berlebihan Konsumsi Suplemen, Ini Dampak Negatifnya

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dinas Kesehatan Bandar Lampung mengingatkan para calon jemaah haji agar tidak berlebihan mengonsumsi suplemen.

Diskes juga mengimbau calhaj menggunakan suplemen dari Indonesia.

Kepala Diskes Bandar Lampung Edwin Rusli menjelaskan calhaj boleh saja mengonsumsi suplemen.

Tujuannya untuk membantu ketahanan stamina saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

"Tidak masalah. Tapi jangan berlebihan. Cukup sehari sekali, minum pada pagi hari setelah sarapan sebelum memulai aktivitas," katanya saat mengisi Bimbingan dan Pembinaan Manasik Haji untuk 1.911 calhaj Bandar Lampung di Aula Masjid Al-Furqon, Lungsir, Telukbetung Utara, Rabu (19/6/2019).

Menurut Edwin, calhaj jangan sampai berlebihan mengonsumsi suplemen agar tidak menimbulkan reaksi negatif.

"Kalau berlebihan, khawatir terjadi reaksi karena kondisi tubuh masing-masing calhaj kan berbeda-beda. Misalnya, jantung bisa berdetak lebih kencang dan malah bisa membahayakan kesehatan calhaj," ujarnya.

Selain itu, pihaknya menyarankan para calhaj mengonsumsi suplemen dari Indonesia saja.

Pasalnya, kandungan suplemen asal Indonesia sudah terjamin baik ketimbang suplemen dari luar Indonesia.

Masih terkait kesehatan, pihaknya meminta para calhaj menyampaikan apa saja penyakit calhaj sebagai antisipasi. Mulai dari penyakit ringan sampai berat.

Selain itu, calhaj mesti rutin melakukan pemeriksaan ke dokter saat pelaksanaan ibadah haji.

109 Calhaj Pesawaran Ikuti Manasik Haji, Berangkat Dijadwalkan Bulan Depan

1.911 Calhaj Bandar Lampung Ikuti Bimbingan dan Manasik Haji di Masjid Al Furqon

"Jadi calhaj tidak perlu malu, terutama yang memiliki riwayat hipertensi (darah tinggi) dan diabetes," kata Edwin.

Ia menambahkan, seluruh calhaj yang 80 persennya adalah calhaj kategori lanjut usia sebenarnya sudah tercatat apa saja keluhannya.

Pihaknya pun memastikan telah menangani dan memberi saran untuk menjaga kesehatan calhaj.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved