Heboh Kasus Inses Pria Beristri Nikahi Adik Kandung Perempuannya yang Telah Hamil 4 Bulan

Heboh Kasus Inses Pria Beristri Nikahi Adik Kandung Perempuannya yang Telah Hamil 4 Bulan

tribun timurfirki/tribunbulukumba.com
Heboh Kasus Inses Pria Beristri Nikahi Adik Kandung Perempuannya yang Telah Hamil 4 Bulan 

Berry menambahkan, saat melapor, istri sah membawa dan memperlihatkan surat pernyataan kedua orang tua suaminya.

“Namun penyidikan tidak hanya sampai di situ saja, masih banyak yang ingin dimintai keterangannya dan bukti otentik lainnya,” tandasnya.

“ Apalagi pernikahannya tidak dilakukan di Kabupaten Bulukumba, namun di Kalimantan.

Kita tentu akan memeriksa saksi-saksi lainnya dan mengumpulkan bukti-bukti,” katanya.

Bahaya Perkawinan Sedarah

Perkawinan sedarah dilarang oleh banyak kebudayaan karena sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia.

“Orang-orang di masa Paleolitikum tertinggi, yang tinggal dalam kelompok kecil, mengerti pentingnya menghindari perkawinan sedarah” ucap pakar genetika dari University of Copenhagen, Profesor Eske Willerslev dalam sebuah pernyataan.

“Data yang kami temukan menunjukkan bahwa perkawinan sedarah itu sengaja dihindari. Ini berarti bahwa mereka harus mengembangkan sebuah sistem untuk tujuan tersebut” lanjutnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan sedarah menjadi hal yang tabu sejak 34.000 tahun yang lalu.

Manusia prasejarah mengembangkan jaringan sosial dan perkawinan yang sangat canggih dan dengan sengaja mencari mitra di luar keluarga mereka.

Dikutip dari Hallosehat.com,  seorang keturunan dari perkawinan sedarah akan memiliki keragaman genetik yang sangat minim dalam DNA-nya karena DNA turunan dari ayah dan ibunya adalah mirip.

Kurangnya variasi dalam DNA dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda, termasuk peluang mendapatkan penyakit genetik langka — albinisme, fibrosis sistik, hemofilia, dan sebagainya.

Efek lain dari perkawinan sedarah termasuk peningkatan infertilitas (pada orangtua dan keturunannya), cacat lahir seperti asimetri wajah, bibir sumbing, atau kekerdilan tubuh saat dewasa, gangguan jantung, beberapa tipe kanker, berat badan lahir rendah, tingkat pertumbuhan lambat, dan kematian neonatal.

Satu studi menemukan bahwa 40 persen anak hasil hubungan sedarah antara dua individu tingkat pertama (keluarga inti) lahir dengan kelainan autosomal resesif, malformasi fisik bawaan, atau defisit intelektual yang parah.

Saat Anda terlibat dalam perkawinan sedarah dan memiliki keturunan dari hubungan tersebut, anak-anak Anda akan memiliki rantai DNA yang tidak variatif.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved