Public Service

Melawan Perampok karena Membela Diri

Yth Pengamat Hukum. Saya ingin bertanya, ada seseorang yang ditodong senjata tajam oleh sekawanan perampok.

Melawan Perampok karena Membela Diri
net
Ilustrasi 

Melawan Perampok karena Membela Diri

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka A Solihin 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Yth Pengamat Hukum. Saya ingin bertanya, ada seseorang yang ditodong senjata tajam oleh sekawanan perampok. Tiba-tiba si korban berontak dan melawan si perampok sampai salah satu perampok itu mati. Dan si korban berhasil melarikan diri.

Apakah si korban dapat dipidanakan karena membunuh si perampok? Mohon penjelasannya, terima kasih.

Pengirim: +6285311891xxx

Dalam KUHP Jadi Alasan Pembenar

Setiap orang dapat saja menjadi korban tindak pidana dalam kehidupan masyarakat karena kejahatan tidak pandang bulu. Seseorang yang menjadi korban dengan ditodong sekawanan perampok lalu melawan dan menyebabkan salah seorang perampok meninggal adalah salah satu bentuk hal yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Di dalam hukum pidana dikenal alasan pemaaf dan alasan pembenar sebagai alasan penghapus pidana dalam penegakan hukum. Jadi tidak semua tindak pidana dapat dihukum, terutama yang berkaitan dengan pengaruh daya paksa dan Pembelaan Terpaksa atau Pembelaan Darurat (Noodweer).

Motor Cicilan Disita Leasing di Tengah Jalan, Apakah Dibenarkan?

Pembelaan Terpaksa (noodweer) dalam Kitab Undang-Undang hukum Pidana (KUHP) dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu noodweer (pembelaan terpaksa) dan noodweer-exces (pembelaan darurat yang melampaui batas), hal ini diatur di dalam Pasal 49 KUHP yang menjelaskan bahwa tidak dipidana, barang siapa melakukan perbuatan pembelaan terpaksa untuk diri sendiri maupun untuk orang lain, kehormatan, kesusilaan atau harta Benda sendiri maupun orang lain, karena ada serangan atau ancaman serangan yang sangat dekat pada saat itu yang melawan hukum (Ayat (1)).

Pengguna Jalan yang Alami Lakalantas karena Jalan Rusak Bisa Menuntut Hukum?

Pembelaan terpaksa yang melampaui batas, yang langsung disebabkan oleh keguncangan jiwa yang hebat karena serangan atau ancaman serangan itu, tidak dipidana (Ayat (2)).

Pembelaan Terpaksa atau Pembelaan Darurat harus dibuktikan dulu unsurnya sesuai Pasal dengan mengacu pada peristiwa hukum yang terjadi. Karena Pembelaan Terpaksa atau Pembelaan Darurat, menurut Andi Hamzah (Ibid, hal. 158) harus memenuhi unsur-unsur suatu pembelaan terpaksa (noodweer) yaitu Pembelaan itu bersifat terpaksa, yang dibela ialah diri sendiri, orang lain, kehormatan kesusilaan, atau harta benda sendiri atau orang lain dan ada serangan sekejap atau ancaman serangan yang sangat dekat pada saat itu serta serangan itu melawan hukum.

Pengembang Perumahan Ingkar Janji

Menurut Wirjono Prodjodikoro dalam bukunya yang berjudul Asas-Asas Hukum Pidana di Indonesia (hal. 87) menjelaskan bahwa pada akhirnya, setiap kejadian apakah itu merupakan lingkup noodweer, perlu ditinjau satu persatu dengan memperhatikan semua hal di sekitar peristiwa-peristiwa itu. Rasa keadilanlah yang harus menentukan sampai dimanakah ada keperluan membela diri (noodweer) yang menghalalkan perbuatan-perbuatan yang bersangkutan terhadap seorang penyerang.

Gindha Ansori Wayka SH MH
Akademisi dan Praktisi Hukum di Bandar Lampung

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved