Tribun Bandar Lampung

Meski Sudah Musim Kemarau, 2 Hari Lampung Dilanda Hujan Deras. Ternyata Ini Penyebabnya Menurut BMKG

BMKG Lampung menyatakan kondisi hujan yang terjadi sejak Sabtu kemarin dikarenakan ada konsentrasi pengumpulan masa udara.

Meski Sudah Musim Kemarau, 2 Hari Lampung Dilanda Hujan Deras. Ternyata Ini Penyebabnya Menurut BMKG
Tribunlampung.co.id/Romi Rinando
Ilustrasi - Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Sholichin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung menyatakan kondisi hujan yang terjadi sejak Sabtu kemarin dikarenakan ada konsentrasi pengumpulan masa udara.

Hal tersebut diungkapkan Rudi Harianto, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung saat dihubungi, Minggu (7/7/2019).

"Sekarang ini Provinsi Lampung memang memasuki musim kemarau. Kita prediksi puncak musim kemarau di bulan Agustus-September 2019," paparnya.

Menurutnya, adapun kondisi hujan seperti ini sudah berjalan mulai tanggal 6 Juli kemarin yang disebabkan karena ada konsentrasi pengumpulan masa udara.

"Jadi kami menyebutnya gangguan cuaca di Samudera Hindia sana, ada konsentrasi pengumpulan masa udara di lapisan udara bagian bawah yang disebabkan karena adanya konvergensi," paparnya.

"Sehingga wilayah Lampung berpotensi terjadi hujan. Kita prakirakan sampai tiga hari kedepan. Jadi terhitung mulai hari ini sampai dua hari kedepan," sambungnya.

Adapun wilayah yang berpotensi hujan yaitu di wilayah Lampung Bagian Selatan seperti Bandar Lampung dan Pesawaran. Lalu, Lampung Bagian Tengah seperti Metro dan Lampung Utara.

"Dan Lampung Bagian Utara seperti Tulangbawang, Tulangbawang Barat dan Mesuji. Untuk wilayah tersebut akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tiga hari kedepan," jelasnya.

5 Berita Lampung Terpopuler Minggu 7 Juli 2019, Drama Mantan Kades Sandera 2 Warga dan Truk

Waktu pagi berawan dan dimungkinkan kondisi hujan terjadi di waktu siang hingga sore hari saja.

"Setelah tiga hari nanti jika melihat fenomena dinamika atsmosfir dimungkinkan akan kembali lagi ke karakteristik musim kemarau," terangnya.

Ia juga mengimbau warga untuk tiga hari kedepan waspada terhadap dampak yang ditimbulkan, baik sebelum terjadinya hujan atau pada saat terjadi hujan yang biasanya diikuti angin kencang.

"Sehingga masyarakat dimohon waspada terhadap pohon-pohon tua yang sudah besar, baliho-baliho, jalan licin, dan dimungkinkan terjadi genangan di wilayah-wilayah perkotaan," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Eka Ahmad Sholichin)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved