Tribun Bandar Lampung
Satu Calon Jamaah Haji Asal Bandar Lampung Batal Berangkat ke Tanah Suci, Ini Penyebabnya!
Sebanyak satu jamaah dari Kloter 9 asal Bandar Lampung dipastikan tidak dapat turut serta pemberangkatan ibadah haji.
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Teguh Prasetyo
Laporan Tribun Lampung Eka Ahmad Sholichin
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sebanyak satu jamaah dari Kloter 9 asal Bandar Lampung dipastikan tidak dapat turut serta pemberangkatan ibadah haji.
Hal tersebut diungkapkan Nurhadi, Plh Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung saat diwawancara di Asrama Haji, Jumat (12/7/2019).
"Ini kloter 9 Kota Bandar Lampung jumlah awal 410 orang. Tapi satu orang jamaah tidak bisa ikut karena sakit yaitu operasi tangan atas nama Sutiati," paparnya.
Ia menjelaskan bahwa satu jamaah yang gagal berangkat pada dasarnya secara administrasi tidak ada masalah.
"Jadi karena ini sakitnya tidak terduga maka dia mengundurkan diri di tahun ini. Nanti tahun depan akan berangkatnya. Jadi total yang berangkat 409 orang," paparnya.
Prosesnya di Asrama Haji yang dilakukan calon jamaah haji pada hari ini yaitu melaksanakan cek kesehatan, penerimaan loving cost, dan lain-lainnya secara administrasi.
"Setelah selesai istirahat dan keluarga sudah tidak bisa menjenguk karena steril standar embarkasi. Kita ini masih embarkasi antara artinya belum penuh tapi dalam rangka untuk peningkatan tahun depan. Jadi kita menerapkan standar itu," paparnya.
Para jamaah seltelah salat Maghrib melaksanakan x-ray dan sesudah itu langsung masuk bus menuju bandara.
• Antar Orangtuanya Berangkat Haji, Bocah SD Ini Enggan Lepaskan Pelukan Sang Ayah
"Kita siapkan 12 bus dan dua bus cadangan. Kita berangkatkan nanti dari Cengkareng pukul 2.45 WIB," jelasnya.
Menurutnya, pelayanan haji setiap tahunnya tentunya lebih baik.
"Dari hari pertama Rabu, Kamis, dan hari ini. Bisa dilihat seperti pelayanan di sini. Nanti akan mulai lagi tanggal 17 Juli," katanya.
Lanjutnya sebanyak dua kloter yaitu kloter 5 dan kloter 7 sudah diberangkatkan dan sudah dilakukan pengecekan memang ada beberapa temuan barang yang tidak boleh dibawa seperti gunting, makanan yang kadaluarsa dan lainnya.
"Ya sebenarnya sudah disosialisasikan dalam pembinaan manasik yang diadakan oleh kota/kabupaten dan tingkat kecamatan. Tapi masih ada temuan walupun hanya satu atau dua," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa calon jemaah haji yang berangkat memang didominasi ibu-ibu dan usia lanjut tapi setiap kabupaten/kota sudah mengantisipasi itu.
"Yang jelas jaga kesehatan. Itu kata kunci untuk melaksanakan ibadah haji karena ibadah haji ini bukan ibadah seperti biasa. Karena memerlukan tenaga fisik maka persiapannya luar biasa juga," pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Eka Ahmad Sholichin)