Tribun Tanggamus

Jaksa Agung M Prasetyo Tinjau Baksos Adhyaksa Operasi Katarak di RS Panti Secanti

Jaksa Agung menggelar bakti sosial operasi katarak gratis di Rumah Sakit Panti Secanti, Kecamatan Gisting, Tanggamus, dalam rangka Hari Bakti Adhyaksa

Jaksa Agung M Prasetyo Tinjau Baksos Adhyaksa Operasi Katarak di RS Panti Secanti
Tribunlampung.co.id/Tri
Jaksa Agung M Prasetyo menyalami pasien baksos operasi katarak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Jaksa Agung menggelar bakti sosial operasi katarak gratis di Rumah Sakit Panti Secanti, Kecamatan Gisting, Tanggamus, dalam rangka Hari Bakti Adhyaksa ke 53.

Menurut Jaksa Agung M Prasetyo, sampai saat ini ada 18 ribu masyarakat yang menerima bakti sosial operasi katarak. Sebab ini menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan Jaksa Agung.

"Sebelum di sini kegiatan serupa di adakan di Bengkulu Selatan dan animo di sana juga tinggi sekali. Bahkan di seluruh Indonesia," ujar Prasetyo.

Untuk di Tanggamus semula disediakan kuota 250 pasien namun akhirnya ditambah sampai menjadi 320 pasien. Di luar itu pendaftar lebih banyak lagi.

"Pendaftar memang banyak tapi setelah dianalisis, banyak dari mereka bukan murni katarak tapi bawaan dari penyakit yang dideritanya," ujar Prasetyo.

Diduga Tak Netral, Warga Bumi Sari Tuntut Pilkades Ulang Sampai Minta Panitia Sumpah Pocong

Ia mengaku, kegiatan ini untuk penyehatan masyarakat, sebab itu program nasional juga. Baksos ini berkat partisipasi berbagai kalangan relawan dari berbagai asal, latar belakang, ras, etnis, agama dan lainnya, jadi kegiatan ini gambaran Indonesia.

Jaksa Agung menyasar pada operasi katarak sebab banyak masyarakat menderita penyakit tersebut. Lantas biayanya juga mahal, untuk satu bola mata bisa mencapai Rp 10 juta.

Kisah Emak-emak Tangkap Perampok, Pelaku sampai Jatuh Tersungkur dari Motor

"Berbagi kebahagiaan tidak membuat kita jadi turun tapi justru meningkatkan kualitas hidup kita," ujar Prasetyo.

Menurut salah satu pasien Sri Astuti, warga Pekon Dadapan, Kecamatan Sumber Rejo. Dan dirinya sudah dua tahun menderita katarak.

"Kalau melihat rasanya kabur, selama ini diobati obat tetes saja tapi tidak ada perubahan. Terus tahu ada operasi katarak gratis dari bidan desa," kata Sri.

(Tribunlampung.co.id/Tri yulianto)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved