Tribun Bandar Lampung

Wujudkan Lampung Layak Anak 2020, Pemprov Targetkan Bikin Rumah Aman

Untuk mewujudkan mimpi tersebut, Pemprov Lampung akan menyediakan Rumah Aman bagi anak yang menjadi korban kekerasan.

Wujudkan Lampung Layak Anak 2020, Pemprov Targetkan Bikin Rumah Aman
Tribun Lampung/Noval Andriansyah
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lampung Bayana 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pemprov Lampung menargetkan Lampung menjadi Provinsi Layak Anak 2020. Untuk mewujudkan mimpi tersebut, pemprov akan menyediakan Rumah Aman bagi anak yang menjadi korban kekerasan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lampung Bayana mengungkapkan indikator terwujudnya Provinsi Layak Anak antara lain adanya sekolah dan puskesmas ramah anak.

Sementara terkait penanganan kasus kekerasan terhadap anak, juga perempuan, Bayana menjelaskan di Lampung akan tersedia Rumah Aman pada 2020.

"Rumah aman ini untuk penanganan dan pendampingan korban ketika mengalami tindak kekerasan. Pada saat proses hukum berjalan, korban akan mendapat pendampingan sampai psikisnya benar-benar stabil, sambil menunggu langkah selanjutnya yang terbaik," jelas Bayana saat Seminar Gerakan Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak dalam rangka Hari Keluarga Nasional 2019, di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Selasa (16/7/2019).

Sementara Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim menyebut pentingnya peran orangtua dalam pola asuh anak.

"Peran orangtua menjadi yang paling signifikan agar upaya menjadikan Lampung Provinsi Layak Anak bisa terwujud," kata Nunik, sapaan akrabnya.

Nunik menjelaskan orangtua harus memberi contoh yang baik kepada anaknya. Sebab, apa yang menjadi kebiasaan orangtua akan terekam pada ingatan anak.

"Seperti adab dengan orang lain, bersikap dengan orang lain, bagaimana menyikapi dan menyayangi diri sendiri, bagaimana bersikap kepada orangtua, menyayangi saudaranya, dan seterusnya, pasti terekam kuat," katanya.

Nunik menekankan warga langsung melapor ke pihak terkait jika melihat kejanggalan perlakuan terhadap anak. Pelaku kekerasan terhadap anak yang paling dekat, jelas Nunik, justru di lingkungan sekitarnya.

"Laporkan kepada kepala desa, camat, termasuk kami juga akan meluncurkan hotline sehingga setiap saat bisa melapor," ujarnya. (Tribunlampung.co.id/Audy Aminda Yusandani)

Penulis: Audy Aminda Yusandani
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved