Tribun Bandar Lampung

Komunitas Reverse Insilence Siapkan 6 Tenaga Mengajar Eskul Skateboard di Sekolah

Komunitas Reverse Insilence Soni Anderson mengatakan, saat ini komunitasnya juga mulai masuk ke sekolah untuk menjadi bagian dari ekstrakurikuler.

Ist
Komunitas Reverse Insilence 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,BANDARLAMPUNG - Komunitas Reverse Insilence Soni Anderson mengatakan, saat ini komunitasnya juga mulai masuk ke sekolah untuk menjadi bagian dari ekstrakurikuler di sekolah tersebut.

Kerjasama sudah dijalin dengan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Permata Bunda 3 Bandar Lampung.

Pihaknya menyiapkan enam tenaga pengajar, tiga diantaranya dari Komunitas Reverse Insilence Lampung dan tiga lainnya dari umum yang memang jago main skateboard.

"Kita tarik pemain skateboard umum ini buat ngajar dengan gaji yang sudah ditentukan sebelumnya," ungkap Soni yang kebetulan juga menjadi Koordinator Alqur'an di SDIT Permata Bunda, Kamis (18/7/2019).

Ekstrakurikuler skateboard ini mulai diikuti oleh pelajar kelas 3 sampai 5 sekolah dasar. Rencananya juga akan masuk menjadi ekstrakurikuler di SDIT Permata Bunda 2.

Pelaksanaan latihan dilakukan tiap Jumat usai jam sekolah berlangsung.

"Anak-anak bisa mengenal dan bermain skateboard sesuai tahapan usianya. Dilatih dari basic bagaimana bisa bermain papan seluncur sampai akhirnya bisa," imbuh dia.

Komunitas Reverse Insilence Ajak Anggota Main Skateboard dan Ngaji Bareng

Genbi Dorong Gerakan Literasi Bersama Anak Didikan Komunitas Jendela Lampung

Anggota komunitas ini juga setidaknya dalam satu atau tiga bulan sekali mengagendakan hangout bareng.

Seperti menjelajah wisata alam di Lampung entah itu pantai atau objek wisata buatan maupun gunung.

Beberapa tempat yang pernah dijelajahi bareng seperti pantai di Krui Pesisir Barat, Pulau Mahittam, dan lainnya. Menurut Soni Anderson, tujuannya adalah untuk saling mengakrabkan diri antar anggota komunitas.

Sesuai visi misinya Taat Tapi Asyik, meskipun jalan-jalan tapi tak lupa untuk solat berjamaah meskipun tengah seru dengan aktifitasnya.

"Ini bisa jadi satu-satunya komunitas dakwah anak muda di Lampung yang mengusung gaya dakwah millenial yaitu taglinenya Main Manfaat," kata Sony.

Selain itu membuat video komunitas, melakukan futsal bareng, hingga barbequean. Bahkan juga ada kegiatan lomba menghafal Surah Ar Rahman 2018.

"Melakukan banyak hal positif dengan cara yang menyenangkan dan tentunya tidak memaksa," tambah dia.

Di komunitas juga diadakan beragam merchandise seperti kaos keanggotaan.

Pihaknya bahkan menyediakan jasa pembuatan video sehingga di dalam komunitas ini anggotanya juga bisa memiliki nilai jual dan terberdayakan. Terlebih jika memiliki kemampuan beragam.(Tribunlampung.co.id/ Sulis Setia M)

Foto istimewa

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved